|
Ekonomi dan Bisnis
Indonesia dan Perancis Kerja Sama Studi Perkereta-apian Medan-Banda Aceh
Selasa, 18 Januari 2005 | 14:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia dan Perancis bekerja sama untuk melakukan studi kelayakan perkereta-apian Medan-Banda Aceh serta jalur kereta api commuter di Suarabaya.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama itu dilakukan antara Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Iskandar Abu Bakar dan Chief Executive Officer De Societe Nationale des Chemins de Fer Francais (SCNF) International, badan usaha milik negara kereta api Perancis, Jean Pierre Loubinoux di Jakarta hari ini.
Turut menyaksikan dalam acara penandatanganan itu adalah Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Renaud Vignal.
Hatta mengungkapkan, studi ini akan dilaksanakan sekitar tiga sampai empat bulan setelah penandatanganan yang akan menghasilkan kelayakan untuk proyek Medan-Banda Aceh sepanjang 450 kilometer.
“Ini 100 persen merupakan dana bantuan dari Pemerintah Perancis, terkait dengan rekonstruksi Aceh,” Hatta.
Menurut Hatta, implementasi dari studi ini akan terlihat setelah studi selesai. Dari studi ini bisa terlihat bagaimana rekomendasinya, apakah ada pembagian antara pemerintah-swasta untuk membangun proyel itu, swasta murni, atau hanya pemerintah saja.
Pemerintah berharap dengan studi itu akan berlanjut menjadi proyek investasi dari Perancis. Saat ini pemerintah sedang menyelesaikan proyek jalur kereta api ganda (double track) di Jawa Timur dan Kalimantan. Untuk Kalimantan ini akan difokuskan untuk angkutan barang, karena mobilitas penduduk belum tinggi.
Sementara itu, Loubinoux mengatakan, untuk pelaksanaan studi ini tidak mudah, karena masalah situasional yang ada di wilayah itu.
“Mungkin dalam waktu enam bulan, kami baru bisa melihat hasilnya secara keseluruhan,” katanya.
Sedangkan untuk proyek kereta api di Surabaya, karena bukan merupakan proyek yang mendesak, studinya ada kemungkinan akan memakan waktu sekitar enam bulan. Namun, Loubinoux berharap sebelum 2006 studi itu bisa selesai.
Nofi Triana Firman - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|