Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

DPR Minta TNI Sikat GAM
Kamis, 20 Januari 2005 | 14:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Komisi I bidang Pertahanan dan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk tetap tegas dan waspada kepada GAM.

Dalam rapat kerja Komisi I dengan Panglima TNI, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) yang membahas Aceh, anggota Fraksi PDIP, Permadi, menyatakan bahwa dia memandang kondisi GAM saat ini cukup lemah seperti para korban bencana tsunami lainnya. Menurutnya, TNI harus menggunakan momen ini untuk menekan GAM. "GAM sikat saja, tapi misi kemanusiaan tetap berjalan," katanya.

Permadi juga memandang kondisi saat ini dapat digunakan TNI untuk berdamai dengan GAM. "Tapi kalau tidak mau damai, sikat terus," katanya bersemangat.

Afiffuddin Thaib dari Fraksi Partai Golkar, juga sepakat dengan Permadi. Namun, menurutnya, jika memang akan berunding untuk berdamai, GAM harus mau berada dibawah negara kesatuan Republik Indonesia."Kalau tidak mau sikat saja," katanya menegaskan perkataan Permadi.

Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menjawab, bahwa bukan kapasitasnya untuk menentukan sikap terhadap GAM. "Kalau sikat atau jabat tangan, atau tidur bareng, semua tergantung pengambil keputusan politik. Saya siap saja," katanya. Yang pasti, menurutnya, adalah mengutamakan tindakan kemanusiaan dan tidak opensif.

Selain kepada Panglima, beberapa anggota dewan juga memberi masukan kepada Kepala BIN, Syamsir Siregar. Mereka meminta BIN tidak menganggap enteng bantuan dari pasukan asing. "Tugas BIN kan untuk curiga," kata Abdillah Toha, Ketua Fraksi PAN.

Suliyanti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data