|
Defisit APBN 2005 0,7 Sampai 1 persen
Kamis, 20 Januari 2005 | 15:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2005 mencapai 0,7 sampai 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). "Itu sudah termasuk perkiraan pengeluaran tambahan akibat adanya bencana tsunami," ujar Menteri Keuangan Jusuf Anwar dalam kata sambutannya pada sidang Consultative Group on Indonesia (CGI) Jakarta, Kamis (20/1).
Menurut Jusuf, selain tsunami pemerintah juga mengantisipasi beberapa indikator seperti pertumbuhan ekonomi global, tingkat bunga di Amerika Serikat yang akan tinggi dan kenaikan harga minyak mentah dunia. "Kita tetap berusaha menjaga defisit sampai ke level satu persen walaupun adanya permasalahan seperti di atas," ujarnya.
Pemerintah, katanya, akan mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk meringankan beban APBN. "Lainnya kita berharap penundaan pembayaran utang luar negeri Indonesia juga akan dapat menyediakan ruang bernapas bagi APBN 2005," urainya.
Ia juga mengharapkan adanya stimulus pertumbuhan ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja melalui partisipasi sektor swasta dalam berbagai proyek infrastruktur yang akan dilucurkan pemerintah. "Kita mengharapan Infrastruckture Summit yang dilakukan kemarin dapat meningkatkan partisipasi sektor swasta dalam proyek-proyek tersebut," katanya.
Ia juga menguraikan bahwa defisit APBN 2004 mencapai Rp 29,6 triliun atau mencapai 1,48 persen dari PDB, akibat adanya kenaikan harga minyak dunia. "Ini berarti lebih besar dari defisit yang kita targetkan semula yakni Rp 26,3 triliun atau 1,3 persen dari PDB," ujarnya.
Amal Ihsan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|