Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Pedagang Daging Keluhkan Daging Sapi Impor Ilegal Beredar Bebas
Jum'at, 21 Januari 2005 | 11:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pedagang daging mengeluh dengan beredarnya daging impor ilegal yang dijual bebas. Daging yang dijual itu, merupakan daging selundupan yang harusnya dimusnahkan. Namun, Menteri Pertanian, Anton Apriyantono menjamin tidak adanya kebocoran dalam penanganan pemusnahan daging sapi impor. "Pihak Departemen Pertanian melakukan pengawalan yang cukup ketat," kata Anton. Menurutnya, setiap lima kontainer selalu ada pihak kepolisian yang mengawal.

Anton menyatakan pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Departemen Pertanian telah melakukan penyelidikan pula mengenai kelengkapan isi kontainer. "Total keseluruhannya mencapai 57 kontainer. Jadi kesimpulannya, di jajaran Departemen Pertanian tidak ditemukan kebocoran,"katanya.

Kepala Badan Karantina Hewan, Budi Tri Akoso, juga membantah dengan dugaan raibnya beberapa kontainer daging impor. "Saya menjamin tidak ada kontainer yang keluar dalam tanggung jawab Badan Karantina,"ujarnya.

Menurut Budi, semua barang-barang tersebut sebelumnya berada di bawah penguasaan Bea dan Cukai.
"Setelah diterima pihak kami, kemudian dikawal ke Rawa Banteng untuk dimusnahkan. Semua barang-barang itu dalam kondisi utuh," kata Budi.

Pihak Badan Karantina mempunyai bukti-bukti berupa berita acara dan foto-fotonya. Persoalan mengenai menyusutnya daging itu, juga mengherankan budi."Jangankan sopir, orang Karantina saja untuk mengeluarkan isi kontainer tidak mudah,"ujarnya.

Daging sapi yang diduga beredar di pasar bebas itu berasal dari negara Brazil, Uruguay, dan Amerika Serikat.

Asep Yogi Junaedi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Prabowo : Proses Lelang Gula Ilegal Tidak Transparan
Pemerintah Tunda Serahkan Gula Ilegal
Presiden Perintahkan Dua Menteri Cegah Meluasnya Antraks
Menteri Minta Babakan Madang Diisolir


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data