Rasio Utang Indonesia Tetap Aman

Jum'at, 21 Januari 2005 | 14:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyatakan, meskipun kreditor berkomitmen memberikan utang baru, namun hal ini tidak akan mengganggu keamananan rasio utang pemerintah.

Pasalnya, stok utang tidak akan bertambah signifikan, karena pada saat yang sama pemerintah membayar utang pokok sebesar yang jatuh tempo di tahun ini sebesar US $ 5,5 miliar.

"Pembayaran pokok lebih besar dari pada jumlah utang pokok baru, maka seccara keseluruhan stok utang luar negeri menjadi berkurang," kata Aburizal Bakrie, Menteri Koordinator Perkonomian dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia , (20/1).

Dalam sidang Consultative Group on Indonesia (CGI), disepakati pinjaman yang melalui jalur langsung APBN sebesar US$ 2,8 miliar. Dengan pembayaran utang yang jatuh tempo sebesar US$ 5,5 miliar, maka stok utang berkurang US$ 2,7 miliar.

Menurut Aburizal, apabila proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2005 sebesar 5,5 persen tercapai, maka rasio utang di tahun ini dapat menjadi 48 persen. "Ini sesuai dengan kebijakan ekonomi pemerintah yang ingin memperkecil rasio utang terhadap
PDB," katanya. (yuliawati)






Komentar Anda

Kirim