Tim FATF Tiba Akhir Pekan ini

Senin, 24 Januari 2005 | 20:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim penilai dari Financial Action Task Force on Money Laundering(FATF) akan tiba di Indonesia pada Kamis-Jumat (27-28/1).

Mereka bertugas menilai kemajuan yang telah dicapai dan apa saja yang telah dilakukan Indonesia dalam memerangi kejahatan pencucian uang. Selama di Indonesia mereka dijadwalkan bertemu Bapepam, Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Indoensia, Menteri Keuangan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Hasil penilaian tim ini selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan Sidang FATF di Paris pada Februari nanti untuk menentukan apakah Indonesia masih akan dikategorikan negara yang tidak kooperatif atau tidak.

Saat ini, Indonesia masuk dalam kategori itu bersama dengan Nauru, Cook Island, Filipina, Myanmar dan Nigeria.

"Presiden merasa kurang fair dengan perlakuan FATF memasukkan Indonesia sebagai negara yang tidak kooperatif," kata Menteri Keuangan Jusuf Anwar usai bertemu Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin
(23/1).

Padahal Indonesia telah banyak memenuhi permintaan FATF seperti pembentukan PPATK, penyusunan Undang-undang pencucian uang dan pemberantasan korupsi.

Akibat posisi Indonesia, biaya transaksi menjadi lebih mahal karena risiko yang ditanggung lebih tinggi. "Ini biaya modal namanya," kata Anwar.

Untuk persiapan menghadapi sidang FATF, pemerintah melakukan lobi ke beberapa negara dengan menunjuk utusan-utusan khusus. Anwar misalnya ditunjuk sebagai utusan khusus untuk melobi Australia dan Selandia Baru.
(sapto p)






Komentar Anda

Kirim