Pemerintah Kaji Nasib Texmaco
Rabu, 26 Januari 2005 | 03:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah saat ini terus mengkaji nasib Grup Texmaco. Salah satunya opsi yang sedang dibahas adalah mengaktifkan operasi kembali Texmaco, dengan mendatangkan investor baru bagi perusahaan yang sedang dalam penanganan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) ini.
”Dari sisi perindustrian, inginnya hidup kembali, kan sektor tekstil masih dapat dikembangkan, itu bagus sebagai industri barang modal," kata Andung Nitimihardja, Menteri Perindustrian di Gedung Depkeu, kepada Tempo dan Bisnis, (25/1).
Untuk menghidupkan kembali Texmaco, tutur Andung, akan dicari investor baru. Adapun pemerintah tidak akan memberikan modal untuk perseroan tersebut. "Bukan pemerintah yang memberikan modal, tapi cari investor baru," tuturnya.
Menurut Andung, pemerintah terus mengkaji permasalahan yang dihadapi Texmaco dan terus berusaha mencari jalan keluar. Pemerintah telah melakukan pertemuan antardepartemen, yakni Departemen Perindustrian, Departemen Tenaga Kerja dan Departemen Keuangan dalam mencari penyelesaian Texmaco.
Pengkajian persoalan Texmaco, katanya, termasuk persoalan dalam mengatasi perburuhan perusahaan tersebut. "Pemerintah meminta manajemen segera menyelesaikan persoalan tenaga kerja,mereka harus mempertanggungjawabkan hak buruh yang di PHK, bukan pemerintah," tuturnya.
Di tempat yang sama, perwakilan Serikat Pekerja Texmaco hadir dalam pertemuan tersebut,mengatakan bahwa telah hampir dua tahun sejak proses PHK, sebagian besar pekerja Texmaco belum diberikan hak mendapat pesangon.
"Secara resmi kami di PHK tanggal 1 April 2004, namun setahun sebelumnya kami telah dirumahkan, dan sampai saat ini kami belum mendapatkan pesangon," tutur Akhmad Supari,Ketua Serikat Pekerja Texmaco.
Menurut Akhmad,jumlah pekerja yang belum mendapat pesangon sebanyak 10.980 orang dengan nilai pesangon sebesar Rp 147miliar.
(yuliawati)





