|
Ekonomi dan Bisnis
Semen Gresik Belum Berencana Bentuk Perusahaan Semen Baru
Rabu, 26 Januari 2005 | 05:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Semen Gresik (Persero) Tbk sampai dengan saat ini belum berencana mendirikan perusahaan semen patungan.
Direktur Utama Semen Gresik Satriyo mengaku memang pihaknya berniat untuk mendirikan perusahaan semen baru. Namun, tidak dalam waktu dekat ini dan tidak dalam bentuk perusahaan patungan. "Kami bisa bangun pabrik sendiri," katanya kepada wartawan hari ini Selasa (25/1) di Jakarta.
Menurut Satriyo, untuk membangun pabrik semen baru paling tidak dibutuhkan waktu 3 - 4 tahun, dengan biaya yang dibutuhkan US $ 350 juta,
dan dibutuhkan waktu dua bulan untuk studi kelayakan.
Semen Gresik menurut Satriyo sudah mempunyai dana sebesar US$ 100 juta, bila ingin mendirikan perusahaan baru. "Sisanya, yang US$ 250 juta, kami cari dari luar, obligasi misalnya," katanya.
Satriyo sendiri belum mengetahui rencana pemerintah untuk membentuk perusahaan semen baru dalam bentuk joint venture. "Mungkin itu masih dalam wacana.”
Sebelumnya, pemerintah berniat membentuk perusahaan semen baru dalam bentuk joint venture untuk memenuhi pasokan semen dalam negeri pada tahun 2007, juga dalam rangka menyelesaikan sengketa dengan Cemex Asia Holding. Erwin Dariyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Konferensi pers PT Semen Gresik menjelaskan tentang spin off/ pemisahan diri perusahaan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa dari PT Semen Gresik, Jakarta, 2001 [TEMPO/ Bodi CH; K1A/215/2001; 20010510].](/hg/photostock/2004/12/27/s_K1a21505_high_thumb.jpg) |
![Direktur Utama (Dirut) PT Semen Gresik, Satriyo (kiri) dan kuasa hukumnya Todung Mulya Lubis (tengah) dalam jumpa pers usai RUPSLB PT Semen Padang di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin, 12/05/2003. Meski diwarnai aksi walk out dari komisaris dan direksi lama PT Semen Padang, menurut Satriyo, RUPSLB sah demi hukum karena menggunakan keputusan kasasi MA yang membolehkan Semen Gresik sebagai pemegang saham utama atau 99,99 persen saham Semen Padang untuk melakukan RUPSLB. RUPSLB memutuskan Direktur Utama Dwi Sutjipto menggantikan Ikhdar Nizar, Komisaris Utama Ismed Yuzairi yang merupakan Mantan Pangdam Bukit Barisan menggantikan Saafroedin Bahar.
[TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030512].](/hg/photostock/2004/12/17/s_TS03051212_high_thumb.jpg) |
| Konferensi Pers PT Semen Gresik
|
|
| Satriyo dan Todung Mulya Lubis
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|