|
Ekbis
BNI Resmi Sebagai Bank Pembayar Nasabah Bank Global
Kamis, 27 Januari 2005 | 17:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah telah menunjuk PT Bank Negara Indonesia menjadi bank pembayar nasabah bank Global. Nasabah kemungkinan sudah bisa mulai mengambil dana mereka mulai 3 Februari 2005 di kantor cabang BNI.
Direktur Operasional BNI, Ignatius Supomo mengatakan kantor cabang yang akan menjadi pembayar berlokasi di kantor Cabang Kebayoran Baru, Mayestik, Jakarta serta kantor cabang Bandung. "Kami menungu verifikasi dari pemerintah dana yang akan dibayarkan," kata dia di sela seminar Customer Loyalty: A New Paradigm in Redefining Business Goal di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (27/1).
Biasanya, lanjut Supomo, proses pembayaran ini berlangsung selama enam bulan. BNI akan memberikan kesempatan perpanjangan jika dalam masa enam bulan itu pembayaran belum juga selesai. "Kalau sudah tinggal sedikit baru diberikan ke tim likuidasi," katanya.
Seperti diketahui, BI menutup izin usaha bank Global melalui Surat Keputusan Gubnernur BI nomor 7/2/KEP-GBI/2005 mulau 13 Januari 2005 setelah berbagai upaya penyelamatan dilakukan. Bank Global mengalami masalah kecukupan modal karena adanya kredit dan surat berharga fiktif. Rasio kecukupan modal (CAR) bank terakhir mencapai negatif 39,11 persen.
Pemerintah mengundang BNI, BRI dan Bank Mandiri menjadi bank pembayar nasabah Bank Global yang ditutup pada 13 Januari lalu. BNI akhirnya terpilih karena sebelumnya mempunyai pengalaman sebagai bank pembayar nasabah bank Asiatic dan Bank Dagang Bali (BDB) yang ditutup pada April 2004 lalu.
Dalam pembayaran nasabah bank Asiatic dan BDB, Supomo mengatakan jumlah dana nasabah yang telah dibayarkan mencapai Rp 1,6 triliun dari total Rp 2,3 triliun. Menurutnya dana yang dibayarkan itu hampir 50 persen kembali ke BNI. Pasalnya, nasabah kedua bank itu memilih menyimpan dana mereka di BNI. "Kami berharap 50 persen nasabah bank Global juga menjadi nasabah BNI".
Pemerintah menunjuk bank pembayar tanpa adanya komisi. Direktur Utama BNI, Sigit Pramono mengatakan bank pembayar akan mempunyai peluang lebih meningkatkan nasabah. "Jadi keuntungan tidak langsung. Setelah mereka menarik uang kemudian memasukkan lagi ke BNI," kata Sigit.
Data BI menyatakan jumlah dana pihak ketiga bank Global mencapai Rp 759 miliar, yaitu berupa giro Rp 3 miliar, tabungan Rp 33 miliar, serta deposito Rp 723 miliar. Sedangkan, total kredit bank ini mencapai Rp 260 miliar. Direktur Lembaga Keuangan Darmin Nasution menegaskan dalam pemberitaan sebelumnya kerugian pemerintah sebesar Rp 300 miliar.
Yandi MR
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Direktur Utama Bank BNI, Saifuddien Hasan pada acara launching produk BNI terbaru yaitu BNI Investement yang merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dan BNI Securities di gedung BNI '46 di Jl. Sudirman, Jakarta, 25 Oktober 2002. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K11A/167/2002; 20021209].](/hg/photostock/2004/12/28/s_K11A16709_high_thumb.jpg) |
![Direktur Utama Bank BNI, Saifuddien Hasan dan Direktur Utama BNI Securities, Suryo Danisworo berbincang- bincang usai acara launching produk BNI terbaru yaitu BNI Investement yang merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dan BNI Securities di gedung BNI '46 di Jl. Sudirman, Jakarta, 25 Oktober 2002. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K11A/167/2002; 20021209].](/hg/photostock/2004/12/27/s_K11A16703_high_thumb.jpg) |
|
|
| Suryo Danisworo dan Saifuddien Hasan
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|