Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

BNI Bidik Bank Kelas Menengah
Kamis, 27 Januari 2005 | 20:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) membidik bank sehat kelas menengah, terkait program percepatan konsolidasi perbankan. BNI sudah melakukan pendekatan informal ke beberapa bank yang akan diambil alih.

Direktur Utama BNI Sigit Pramono mengatakan, ruang investasi di bank lain semakin besar dengan penghapusan batas maksimum pemberian kredit (BMPK) penyertaan.

Seperti diketahui, BI memutuskan mempercepat konsolidasi perbankan dalam mendukung Arsitektur Perbankan Indonesia yang efektif berlaku pada 2010. Dalam cetak biru perbankan itu, BI menggolongkan bank berdasarkan modal menjadi bank internasional, regional, nasional, dan fokus.

Setelah ketentuan itu berlaku, modal bank minimal mencapai Rp 100 miliar. BI mempercepat proses konsolidasi itu dengan cara pengambilalihan oleh bank jangkar, merger, atau keduanya.

Hingga akhir tahun 2004 BNI mempunyai modal sekitar Rp 11 triliun. “Jadi, bisa untuk bank kelas menengah, minimal sekelas Bank Permata,” kata Sigit di Jakarta hari ini.

Menurut dia, BNI sudah merencanakan pertumbuhan melalui merger dan akuisisi sejak tahun lalu. Dia berharap BI bisa memberikan kesempatan kepada bank untuk memilih bank lain dalam merger atau akuisisi. Selain itu, bank yang akan diambil alih juga harus mengetahui rencana tersebut. “Tiap bank kan mempunyai rencana kerja. Jadi, kalau merger itu harus berdasarkan kesepakatan,” katanya.

Sebelumnya, BNI sempat mengajukan minatnya membeli saham Bank Permata. Namun, dalam prosesnya, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) tidak meloloskan BNI. Bank milik pemerintah ini terbentur kebijakan keharusan mengucurkan kredit penyertaan maksimal 10 persen dari modal.

Yandi MR - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Utama Bank BNI, Saifuddien Hasan pada acara launching produk BNI  terbaru yaitu BNI Investement yang merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dan BNI Securities di gedung BNI '46 di Jl. Sudirman, Jakarta, 25 Oktober 2002. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K11A/167/2002; 20021209]. Direktur Utama Bank BNI, Saifuddien Hasan dan  Direktur Utama BNI Securities, Suryo Danisworo berbincang- bincang usai acara launching produk BNI  terbaru yaitu BNI Investement yang merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dan BNI Securities di gedung BNI '46 di Jl. Sudirman, Jakarta, 25 Oktober 2002. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K11A/167/2002; 20021209].
Saifuddien Hasan
Suryo Danisworo dan Saifuddien Hasan
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BNI Resmi Sebagai Bank Pembayar Nasabah Bank Global
Lima Penyidik Diperiksa Persidangan Disiplin Polri
Hari Ini Brigjen Samuel Ismoko Diperiksa Mabes Polri
Saksi Benarkan Tersangka Pembobol BNI Ditahan Di Luar Tahanan
Ismoko Tetap Bantah Terima Suap dari Adrian
Sidang Kode Etik Kasus BNI Digelar di Mabes Polri
BNI Pertimbangkan Hapus Tagih Kredit di Aceh
Kerugian Bank BUMN Akibat Bencana Tsunami Tembus Rp 60 Miliar
Saksi Perkara Adrian Tidak Konsisten dalam Beri Keterangan
Akta Kepemilikan Tanah Diperbaharui Setelah Adrian Waworuntu Ditahan
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 32 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. BNI Tbk Dalam Rangka Program Rekapitalisasi Bank Umum
PP RI No. 52 Tahun 1999 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke Dalam Modal Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BNI Tbk, Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BRI, Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BTN, dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Ma

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data