Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Isu Revaluasi Yuan Akan Angkat Mata Uang Asia
Jum'at, 28 Januari 2005 | 03:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Analis treasury bank swasta di Jakarta Aries Setiawan mengungkapkan, isu soal revaluasi yuan akan dibahas pada pertemuan G7 di London pada 4-5 Februari 2005 akan mengangkat mata uang Asia, termasuk rupiah.

Karena itu, dia memperkirakan, rupiah masih berpeluang menguat ke level Rp 9.130 atau Rp 9.170 per dolar AS.

Rupiah kemarin melemah 5 poin menjadi Rp 9.145 per dolar AS dibanding perdagangan sehari sebelumnya. Menurut Aries, melemahnya rupiah itu karena permintaan dolar dari perusahaan untuk keperluan rutin membiayai impor akhir bulan ini.

Sementara itu, menurut Kepala Riset PT AAA Sekuritas Arianto Reksoprodjo, indeks hari ini ada kemungkinan akan melemah dibanding transaksi sehari sebelumnya, karena berita positif pasar sudah berkurang.

Selain itu, kinerja bursa regional cenderung datar dan kurs rupiah masih stabil. “Indeks hari ini cenderung akan melemah, jika gagal menembus level 1.050,” kata Arianto.

Karena itu, dia menyarankan, investor segera mengambil keuntungan dengan menjual saham-saham yang harganya sudah naik tajam.

Indeks harga saham gabungan pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Jakarta kemarin menguat 7,479 poin (0,72 persen) menjadi 1.044,988 dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Penguatan indeks kemarin dipicu menguatnya saham-saham unggulan seperti Gudang Garam (10,20 persen), HM Sampoerna (3,42 persen), Perusahaan Gas Negara (8,51 persen), dan Indofood (4,65 persen).

Muchtar Wijaya - Pusat Data dan Analisa Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kesibukan kerja di Bursa Efek Jakarta (BEJ), 1995. [TEMPO/ Rully Kesuma; R1A/110/1995; 20010303].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20011021-138, 20020317-112 Pialang bermain catur di Bursa Efek Jakarta (BEJ), 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 29d/495/2000; 20000602].
Bursa Efek Jakarta
BEJ
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rupiah dan Indeks Masih Berpeluang Menguat
Otoritas Bursa Asia Tenggara Akan Pilih Indeks 100 Saham Terbaik
Rupiah dan Indeks Hari Ini Berpeluang Menguat
Sanex Targetkan Penjualan Naik 50 Persen
“Pertemuan CGI Hari Ini Tak Akan Banyak Pengaruhi Rupiah dan Indeks”
Pefindo Turunkan Peringkat Inti Fasindo
BEJ Kembali Hentikan Perdagangan Putra Surya
“Indeks Hari Ini Akan Bergerak Fluktuatif”
Indeks Turun Tipis 0,3 Poin
BEJ Suspensi Langgeng Makmur
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data