|
Ekonomi dan Bisnis
Harga Minyak Kelapa Sawit Dunia Turun
Jum'at, 28 Januari 2005 | 14:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga minyak kelapa sawit (CPO) di pasaran dunia turun secara signifikan, sehingga berdampak pada harga di dalam negeri.
Harga minyak kelapa sawit sawit saat ini US$ 390 per ton atau sudah turun tajam dari harga pada Desember 2004 yang mencapai US$ 500 per. Akibatnya harga dalam negeri pun terdepresiasi menjadi Rp 3.000 dari Rp 4.000 per kilogram pada akhir Desember 2004.
Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Derom Bangun, penurunan harga minyak kelapa sawit dunia terjadi karena peningkatan produksi minyak kedelai di Brazil. Brazil memproduksi lebih dari 50 juta ton biji kedelai, yang akan dikonversi menjadi minyak,“ kata Derom kepada Tempo di Jakarta hari ini.
Faktor psikologis juga turut andil dalam turunnya harga minyak kepala sawit seperti berita bahwa terdapat stok minyak kelapa sawit sebesar 1,4 juta ton di Malaysia akhir tahun lalu, membuat para pedagang berspekulasi. Para pedagang menganggap dengan jumlah stok sebesar itu pasokan di pasar masih lebih dari cukup.
Padahal kondisi sebenarnya, sebagian dari stok itu telah diperdagangkan, meskipun terjadi penundaan karena ada hambatan distribusi dalam pengapalan. Pengapalannya tertunda karena akhir tahun kapal-kapal yang mengangkut berkurang. “Sering pada akhir tahun kapal yang seharusnya mengangkut dari pelabuhan tertunda. Karena itu, di Malaysia tercatat stok yang tinggi,” kata Derom.
Faktor lainnya adalah produksi minyak nabati India selama beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan. Seperti diketahui, India tercatat sebagai salah satu pengimpor minyak nabati terbesar di dunia, yang sebagian besar berasal dari minyak sawit.
“Bulan-bulan lalu, produksi minyak dalam negeri India cukup baik seperti minyak kacang tanah, minyak mustar, dan juga minyak bunga matahari,“ jelas Derom.
Dia memperkirakan, kelesuan harga itu akan terjadi dalam sebulan ini. Harga baru akan mulai naik kembali secara signifikan pada Maret. Pada pertengahan Februari ada kemungkinan akan naik tapi tidak terlalu berarti. Kenaikan pada Maret dipicu oleh habisnya produksi dari India dan masa panen juga belum datang.
Menurut Derom, hari ini para pengusaha kelapa sawit akan mengadakan pertemuan untuk membahas turunnya harga.
Muchamad Nafi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|