Kenaikan Harga BBM 10-40 Persen

Senin, 31 Januari 2005 | 01:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mempertimbangkan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) antara 10-40 persen dari harga yang sekarang.

"Kami sudah melakukan exercise atau simulasi kenaikan harga mulai dari 10 persen, 25 persen, 35 persen dan 40 persen," kata Direktur Jenderal Anggaran, Departemen Keuangan, Achmad Rochyadi di gedung Depkeu, Jakarta, Sabtu (29/1) siang.

Menurut Rochyadi, simulasi itu dilakukan berlainan untuk berbagai jenis BBM seperti premium, minyak solar, minyak bakar, minyak diesel dan seterusnya.
Selain itu, simulasi waktu kenaikan juga berbeda-beda seperti Januari, Februari atau Maret. "Mana yang dipilih, tergantung keputusan kabinet," ujarnya.

Yang pasti, kata Rochyadi, kenaikan harga BBM adalah pilihan yang tidak bisa dihindari untuk meringankan beban subsidi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menyatakan komitmen pinjaman dari Consultative Group on Indonesia (CGI) US$ 3,4 milliar tidak bisa digunakan untuk meringankan defisit APBN. "Fungsinya berbeda," katanya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan pihaknya menyiapkan ima skenario harga BBM 2005, termasuk tidak menaikkan harga BBM, menaikkan, atau menaikkan secara parsial. Semua skenario itu mau tidak mau harus mempertimbangkan kenaikan harga minyak dunia.

Dalam skenario harga BBM itu, Departemen ESDM mematok harga minyak Indonesia (sesuai Indonesian crude price/ICP) tahun 2005 pada kisaran US$ 35 per barel, dengan kurs Rp 8.600 per dolar AS. Sementara itu, asumsi volume BBM sebesar 59,634 juta kiloliter dan biaya pokok produksi Rp 132,67 triliun. (amal ihsan)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: