BEJ Pinjam US$ 5 Juta Ke IFC
Senin, 31 Januari 2005 | 14:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bursa Efek Jakarta (BEJ) sedang mempersiapkan proses pinjaman kepada International Finance Coorporation (IFC).
Menurut Erry Firmansayah, Direktur Utama BEJ, di Gedung BEJ (30/1), pinjaman yang sedang diproses sebesar US$ 5 juta dalam bentuk pinjaman lunak (soft loan).
Pinjaman tersebut dibutuhkan untuk keseluruhan investasi pembangunan Jakarta Automated Trading System (JATS) seri baru di tahun 2005.
Proses pinjaman ke IFC ini masih dalam
tahap pengkajian. Realisasi pinjaman diharapkan
dikucurkan tahun ini. "Tunggu aja, Insya Allah tahun ini, karena pembangunan JATS untuk tahun ini," tutur Erry.
Selain mengajukan pinjaman ke IFC, BEJ juga memproses pinjaman ke Bank Dunia. Namun, karena Bank Dunia tidak menyediakan hibah (grant) dan juga tidak menyediakan (commercial loan). "Sudah dikirim data-datanya ke Bank Dunia, tinggal di follow-up saja," tutur Erry.
Investasi JATS sebesar US$ 5 juta atau Rp 45 miliar
(dengan konversi ke Rp 9.000) ini, merupakan bagian dari total kebutuhan investasi tahun 2005 yang diproyeksikan sebesar Rp 48,56 miliar.
Proyeksi kebutuhan investasi BEJ tahun 2005 ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 16,529 miliar. "Selain kebutuhan pembangunan JATS, banyak kebutuhan investasi untuk kegiatan BEJ lainnya," tuturnya. (yuliawati)





