|
Ekonomi dan Bisnis
?Birokrasi Masih Hambat Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu?
Senin, 31 Januari 2005 | 19:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia M. S. Hidayat menilai, tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu masih terhambat sistem birokrasi, sehingga dalam 100 hari kabinet ini belum bisa melakukan perombakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
"Kalau seorang menteri pada bulan pertama mengusulkan penggantian eselon satu (Direktur Jenderal), tapi setelah 100 hari belum bisa melaksanakan, artinya ada kewenangan birokrasi yang lebih tinggi daripada dia (menteri)," kata Hidayat di Jakarta hari ini, Senin (31/1).
Menurut dia, ruwetnya birokrasi di pemerintahan telah berlangsung sejak waktu yang lama. Kondisi ini membuat birokrasi menjadi kaku. Akibatnya, seorang menteri pun jika ingin melakukan perubahan di departemennya sendiri banyak menghadapi kendala, karena sudah puluhan tahun sistem birokrasi yang ketat.
Padahal, pergantian pejabat eselon I misalnya, sebenarnya menjadi kewenangan menteri bersangkutan. Setelah melewati evalusai dan mengkaji kembali organisasinya, seorang menteri berhak mengambil langkah pemberhentian atau pengangkatan. Namun, hal itu ternyata tidak mudah. Beberapa meja harus dilalui seperti ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara atau juga ke Menteri Sekretaris Negara.
Menurut Hidayat, "Ketatnya proses birokrasi ini yang harus dikaji supaya tidak menjadi penghambat," katanya.
Kadin memberi waktu tiga bulan ke depan bagi cabinet, khusunya tim ekonomi, untuk segera memperbaiki birokrasi yang ada. Namun secara umum, Hidayat menilai, saat ini sudah ada keserasian antara pemerintah dengan dunia usaha. "Baru sekarang inilah sektor dunia usaha yang dengan pemerintah visinya sama," katanya.
Muchamad Nafi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
 |
| Burhanuddin Abdullah, Aburizal Bakrie dan Mohamad S Hidayat
|
|
| Megawati Soekarnoputri dan Mohamad S. Hidayat
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|