Sinergi BUMN Terbagi Tiga Kelompok
Kamis, 03 Februari 2005 | 11:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merencanakan pensinergian 158 BUMN dari 10 sektor industri ke dalam 3 kelompok, yaitu focused holding (induk perusahaan yang menjadi fokus), roll-up, dan stand alone.
Menteri Negara BUMN Sugiharto mengakui, ide pembentukan holding tidak serta merta diterima. Ketidaksepakatan pembentukan perusahaan induk itu, menurut dia, adalah hal yang wajar.
?Setiap perubahan memang butuh adanya transformasi pemikiran," kata dia setelah mengikuti rapat kerja dengan Komisi Perdagangan, Industri, dan BUMN di gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/2) malam.
Dia memaparkan, dalam konsep manajemen modern, focused holding adalah hal yang wajar. Sinergi, dikatakannya, merupakan hal yang positif kalau menghasilkan suatu kekuatan yang luar biasa, apalagi perusahaan.
"Gagasan bahwa kita harus besar, memang harus kita miliki," ujarnya. ?Kalau tidak, Indonesia akan tetap menjadi bangsa yang kecil.?
Ditambahkan, penentuan focused holding, roll-up, dan stand alone memerlukan satu kajian uji tuntas due diligence yang komprehensif. "Bisa makan waktu 6 bulan sampai 1 tahun," kata dia.
Sugiharto mengakui, dia memerlukan waktu yang panjang untuk menjelaskan ide-ide pengembangan BUMN kepada masyarakat dan DPR.
Fanny Febiana





