BUMN Pupuk dan Perkebunan Dimerger Terlebih Dahulu
Kamis, 03 Februari 2005 | 12:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana pemerintah merevitalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui pembentukan induk perusahaan (holding company) atau merger akan terus dilakukan.
Menteri Negara BUMN Sugiharto, mengatakan bahwa rencana merger berikutnya adalah BUMN sektor perkebunan dan pupuk. “Insya Allah yang duluan nanti (BUMN sektor) perkebunan dan pupuk,” katanya kepada Tempo sebelum membuka acara diskusi Ikatan Akuntan Indonesia di Kemayoran Jakarta, Kamis (3/2).
Sugiharto menolak mengomentari seputar penolakan Menteri Kehutanan MS Kaban, mengenai rencana merger BUMN sektor kehutanan. “Nantilah, itu akan dibahas intern,” katanya
MS Kaban sendiri, tidak sepakat dengan rencana kementerian BUMN yang akan menggabungkan sejumlah BUMN dan membentuk induk perusahaan BUMN. Kaban menilai, kalau memang BUMN dinilai tidak berkembang, maka tidak perlu harus dimerger. Tapi cukup dilakukan upaya-upaya penyehatan (Koran Tempo, 3/2).
Sugiharto juga menambahkan bahwa dia akan melakukan proses uji tuntas (due diligence) terhadap BUMN terlebih dahulu sebelum melakukan penggabungan. “Kami akan melakukan dengan mengadakan raker-raker dengan BUMN sektoral,” katanya. (tito sianipar)





