Belum Ada Kepastian Indonesia Keluar dari OPEC

Jum'at, 11 Februari 2005 | 15:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Saat ini belum ada keputusan pasti apakah Indonesia keluar atau tidak dari keanggotaan organisasi negara-negara pengekspor minyak(OPEC).

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Rachmat Soedibyo yang juga ketua tim kaji keanggotaan Indonesia di OPEC, mengatakan, keputusan itu masih membutuhkan pengkajian lebih mendalam lagi.

"Kalau kita sudah jadi net oil importir (lebih banyak mengimpor ketimbang ekspor minyak), sebaiknya tidak lagi di OPEC. Cuma, masalahnya, net oil importir itu bersifat permanen atau tidak,? tutur Rachmat saat dijumpai di Departemen Energi dan sumber Daya Mineral di Jakarta, Jumat (11/2).

Dikatakannya, jika ada penambahan produksi minyak dalam negeri pun, sebaiknya harus dilihat kembali.

Rachmat menuturkan, masalah lain terkait tata cara di OPEC, yakni, jika ingin mengundurkan diri dari keanggotaan ada prosedurnya, seperti harus mengajukan permohonan. ?Prosedurnya bisa memakan waktu satu tahun, tidak bisa kita sekarang langusng keluar," ujarnya.

Dipaparkan, selama 30 tahun menjadi anggota OPEC, Indonesia pun telah mengecap keuntungan bagi dari aspek ekonomi maupun politik.

Sebaliknya, ujar Rachmat lebih lanjut, kerugian jika Indonesia keluar dari OPEC adalah posisi negara ini sebagai produsen minyak, tak dapat lagi ikut menentukan, atau mengendalikan harga minyak.

Namun, dia menandaskan, apabila Indonesia memang sepenuhnya net oil importir maka Indonesia tidak layak lagi menjadi anggota OPEC. "Namanya juga organisasi produsen minyak," kata Rachmat.

Bagaimana kondisi Indonesia sesungguhnya? Rachmat memastikan bahwa saat ini Indonesia masih net oil exportir alias lebih banyak mengekspor ketimbang mengimpor minyak. "Jadi, secara keseluruhan masih surplus. Memang selisihnya tipis, hanya 30 ribu barel per hari," ujarnya.

Untuk ke depan, menurut dia, pemerintah masih melihat potensi produksi minyak, seperti di Cepu yang dapat menghasilkan 200 ribu barel per hari. "Juga produksi dari Santos, Madura," kata Rachmat.

Muhamad Fasabeni






Komentar Anda

Kirim