Pemerintah Perkirakan Realisasi Pertumbuhan Ekonomi 2004 Lampaui Target
Selasa, 15 Februari 2005 | 11:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah memperkirakan sasaran laju pertumubuhan ekonomi 2004 sebesar 4,8 persen akan terlewati, bahkan diperkirakan akan mencapai 5 sampai 5,1 persen. Jika sektor Migas dikeluarkan, laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) non migas telah mendekati 6 persen. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 7,6 persen pada 2009 mendatang.
Perkiraan angka pertumbuhan itu didasarkan atas realisasi hingga kuartal ketiga tahun 2004 lalu. Hal itu termuat dalam sambutan tertulis Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, pada seminar tinjauan dan manfaat ekonomi industri tambang di Indonesia, di Jakarta, Selasa (15/2).
Ical menjelaskan gambaran yang sama juga terjadi dalam berbagai indikator makro ekonomi, seperti tingkat inflasi yang terus menurun, yang memungkinkan pemerintah memberikan target kepada Bank Indonesia untuk menurunkan core inflation hingga 3 persen dalam tiga tahun mendatang.
Penurunan tingkat inflasi bersamaan dengan dilanjutkannya pengelolaan APBN yang prudensial akan memungkinkan penurunan country risk, yang keduanya akan dapat menekan suku bunga hingga sebanding dengan suku bunga di negara-negara berkembang lainnya.
Namun, lanjut dia, laju pertumbuhan ekonomi di bawah 5 persen belum bisa menyerap pendatang baru di pasar tenaga kerja. Padahal, penganggur terbuka harus segera diatasi. Ia memperkirakan, dibutuhkan laju pertumbuhan ekonomi rata-rata diatas 6,6 persen, agar tingkat pengangguran terbuka dapat dikembalikan pada keadaan sebelum krisis.
Pemerintah menargetkan penurunan tingkat pengangguran dari 9,5 persen tahun 2003 menjadi 5,1 persen pada 2009. Tingkat kemiskinan juga ditargetkan turun dari 16,6 persen pada 2004 menjadi 8,2 persen pada 2009. Untuk mencapai sasaran penurunan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan, laju pertumbuhan ekonomi harus mengalami akselerasi dari 4,5 persen pada 2003 menjadi 7,6 persen pada 2009. Sehingga, dalam lima tahun mendatang laju pertumbuhan ekonomi dapat mencapai rata-rata 6,6 persen pertahun. Laju pertumbuhan itu hanya akan tercapai bila rasio investasi terhadap PDB dapat ditingkatkan dari 20,5 persen pada 2004 menjadi 28,4 persen pada 2009.
Retno Sulistyowati





