Tim Ekonomi Indonesia Bangkit Himbau Pemerintah Tunda Naikan BBM
Rabu, 16 Februari 2005 | 00:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim Ekonomi Indonesia Bangkit menghimbau pemerintah agar menunda kenaikan
harga bahan bakar minyak (BBM) sampai tahun 2006. "Sebaiknya pemerintah tidak menaikan
harga BBM pada tahun 2005 ini," ujar Drajat Wibowo dalam diskusi di Hotel Atlet Century
Park Jakarta, Rabu (16/2).
Anggota Tim Indonesia Bangkit terdiri dari pengamat ekonomi Revrisond Baswir, Iman Sugema,
Fadhil Hassan, Ichsanudin Nooersy dan Drajat Wibowo. Menurut pengamat ekonomi yang sekarang
ini menjabat anggota DPR RI Komisi XI, pemerintah seharusnya sadar, kalau kenaikan harga
yang terjadi sebagai akibat psikolgis masyarakat atas resistensi kenaikan harga BBM
tersebut disebabkan karena kesalahan pemerintah sendiri. "Harusnya pemerintah dapat
melakukan hal lain untuk mengurangi beban APBN tahun 2005 ini dengan mengaudit subsidi
yang diberikan ke Petamina atau pemerintah dapat meningkatkan produksi minyak, karena saat
ini banyak proyek yang tertunda," katanya.
Ia menambahkan bahwa Menteri Keuangan Anwar Yusuf telah berjanji akan melakukan simulasi
terlebih dahulu kepada Komisi XI DPR RI sebelum melakukan keputusan tentang kenaikan harga
BBM. "Nanti disana kita akan kaji dampak-dampak kenaikan BBM dan kesiapan antisipasi dari
pemerintah," ungkap Drajat.
Senada dengan Drajat, Revrisond Baswir mengungkapkan bahwa pemrintah yang sekarang ini
dimana birokrasinya banyak diisi oleh pengusaha, membuat penciptaan idiologis pembonsaian
atau pengkerdilan peran negara dalam perekonomian. "Dalam konteks penghapusan subsidi
BBM, ini merupakan proses liberalisasi produksi hilir sesuai dengan UU Migas," katanya.
Evy Flamboyan - Tempo





