Telkom-Telekom Malaysia Luncurkan Sistem Komunikasi Bawah Laut

Kamis, 17 Februari 2005 | 16:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) dan Telekom Malaysia Bhd meluncurkan sistem komunikasi bawah laut, yakni Dumai Maleka Cable System (DMCS) untuk menyalurkan trafik telekomunikasi internasional.

Proyek ini merupakan sistem jaringan komunikasi yang ditanam di dasar laut dengan kedalaman 120 sentimeter. Jaringan itu menggunakan kabel serta optik (unpreated submarine optical cable) dengan kapasitas maksimum 320 Gbs (3,87 juta cct).

Direktur Utama Telkom Kristiono mengatakan, pada tahap awal kapasitas yang sudah terpasang mencapai 40 Gbs (483 ribu cct). Sedangkan total kabel yang membentang sepanjang Dumai-Malaka mencapai 150 kilometer.

Kabel bawah laut itu membentang dari Selat Rupat, yaitu antara Pulau Sumatera, Pulau Rupat, dan Selat Malaka.

“Kerja sama dengan Telekom Malaysia ini akan menguntungkan ke dua belah pihak. Telkom dapat lebih mudah untuk go international,” kata Kristiono di Jakarta hari ini.

Terpilihnya Dumai dan Malaka untuk proyek pembangunan jaringan ini, karena kedua kota itu dinilai sangat strategis dalam mendukung telekomunikasi kedua operator.

Pelaksanaan pembangunan jaringan kabel bawah laut tersebut telah dilakukan selama enam bulan sejak penandatanganan kontrak di Denpasar, Bali pada 14 Juni 2004 dan telah siap diopersikan pada 18 Desember 2004. Pelaksana pembangunannya dilakukan oleh NEC, Jepang yang menelan biaya sekitar US$ 11 juta, yang merupakan investasi antara Telkom dan Telekom Malaysia.

Peresmian peluncuran proyek dilakukan bersamaan di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia diwakili oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil di Gedung Telkom, Jakarta dan di Malaysia dilakukan oleh Ketua Menteri Melaka Datuk Seri haji Mohd Ali Bin Mohd Rustam, mewakili Kerajaan negeri Malaka.

Suryani Ika Sari - Tempo






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: