Jamsostek Sediakan Dana Rp 1,5 Triliun untuk Perusahaan SMF

Kamis, 17 Februari 2005 | 17:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) menganggarkan dana sekitar Rp 1,5 triliun untuk membeli efek yang diterbitkan perusahaan pemberi fasilitas pembiayaan sekunder perumahan atau secondary mortgage facility (SMF).

Direktur Utama Jamsostek Ahmad Junaedi mengatakan, dana itu telah dianggarkan dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan tahun ini. Penyediaan dana tersebut dilakukan untuk mendukung program pemerintah pengadaan rumah yang ditargetkan sebanyak 1 juta unit.

“Jumlah dana bisa bertambah, jika prospeknya cukup menjanjikan dan berjalan dengan lancar. Kami akan evaluasi lagi,” kata Junaedi, usai penandatanganan pemberian fasilitas rumah murah bagi anggota Jamsostek di Istana Wakil Presiden, Jakarta hari ini.

Sementara itu, menurut Direktur Jamsostek Samuel Tobing, perusahaan belum memutuskan jenis investasi yang akan dilakukan pada perusahaan SMF tersebut.

“Bisa dalam bentuk pembelian obligasi atau sekuritas,” katanya. Jika dalam bentuk obligasi, maka Jamsostek akan membeli surat utang atau efek yang diterbitkan oleh perusahaan itu.

Sebelumnya, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan segera membentuk lembaga fasilitas pembiayaan sekunder perumahan, dengan estimasi dan alokasi dana dalam RAPBN 2005 sebesar Rp 1 triliun.

Pemerintah saat ini sudah melakukan pembahasan tahap akhir menyangkut pembentukan SMF, termasuk permintaan komitmen dari kreditor internasional seperti Asian Development Bank (ADB), Islamic Development Bank (IDB), dan International Finance Corporation (IFC).

Kegiatan usaha SMF sendiri pada dasarnya adalah memberi tagihan kredit kepemilikan rumah (KPR) dari bank penerbit KPR, yang kemudian memberikan fasilitas pinjaman dengan jaminan tagihan KPR dan sertifikat tanah yang telah dibebani hak tanggungan.

Budi Riza - Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: