Pemerintah Optimis Atas Rencana Obligasi Internasional

Jum'at, 18 Februari 2005 | 14:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Yusuf Anwar mengharapkan dengan keluarnya Indonesia dari daftar hitam negara tidak kooperatif (NSST) dari FATF dapat berdampak positif terhadap rencana peluncuran global bond (obligasi internasional) yang akan diterbitkan Maret 2005 ini.

"Kita sudah berkoordinasi dengan tiga lead manager yang menangani global bond dan juga dua co-lead yang juga menangani global bond tersebut," ujarnya di Departemen Keuangan sesuai menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Koalisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (18/2).

Sebagai lead manager adalah City Group, Dutch Bank, dan UBS, sedangkan co-lead-nya adalah JP Morgan dan CSTB. Pemerintah Indonesia menurut rencana akan mengeluarkan global bond senilai US$ 1 miliar.

Pada awal Maret nanti, menurut Anwar, Indonesia akan melakukan road show ke berbagai negara sehubungan rencana tersebut. "Kita akan memberikan briefing mengenai the most reason economic development," ujarnya.

Peluang tersebut, ujarnya, karena kepercayaan dunia saat ini sedang tumbuh terhadap Indonesia terkait naiknya peringkat utang Indonesia. "Coba lihat bursa hari ini sudah Rp 1.080, mudah-mudahan dalam jangka waktu secepat ini bisa mencapai Rp 1.100," ucapnya.


Evy Flamboyan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: