REI Rencanakan Bangun 150 Ribu Unit RSH pada 2005
Sabtu, 19 Februari 2005 | 17:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pada 2005, Real Estate Indonesia (REI) berencana membangun 150 ribu unit rumah sederhana sehat (RSH). Pembangunan 150 ribu unit RSH tersebut merupakan salah satu peran serta REI dalam mensukseskan rencana pemerintah yang akan membangun 1 juta RSH dalam 5 tahun. "150 ribu itu masuk dalam skenario kami yang pertama, skenario optimis," kata Ketua Umum REI, Lukman Purnomosidi di Jakarta, Sabtu (19/2).
Untuk mensukseskan program 1 juta RSH tersebut, REI telah menyampaikan tiga skenario. Skenario pertama adalah skenario optimis, yaitu membangun 125 ribu - 150 ribu unit RSH. Kedua adalah skenario moderat, yaitu membangun 75 ribu - 100 ribu unit RSH. Dan ketiga adalah skenario pesimis, membangun RSH 50 ribu - 60 ribu unit. "Tapi kami masih minta dukungan dan bantuan dari pemerintah. Karena masih banyak kendala yang kami hadapi," kata Lukman.
Lukman menyatakan, dalam pembangunan perumahan, REI selama ini menghadapi berbagai kendala yang menghambat realisasi pembangunan RSH, seperti sulitnya sambungan listrik dari PLN khususnya di daerah luar Jawa. "Kami bersedia membangun, tapi ternyata fasilitas listriknya belum ada. Trus mau bagaimana," kata lukman.
Selain sambungan listrik, Lukman menyatakan subsidi kredit perumahan rakyat (KPR) RSH yang ditetapkan tahunan tidak memberikan kepastian bagi pengembang untuk membuat perencanaan pambangunan RSH. Demikian pula dengan bank penyalur KPR yang masih terbatas dan belum merata.
Suryani Ika Sari





