Penyelamatan Kertas Aceh, Pemerintah Pilih Kerjasama Operasi

Kamis, 24 Februari 2005 | 13:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan memilih pola kerja sama operasi daripada mengalihkan kepemilikan saham dalam melakukan penyehatan kembali PT Kertas Kraft Aceh.

"Paling menguntungkan mungkin kerja sama operasi daripada harus melakukan alih kepemilikan. Itu prinsip saya," kata Menteri Negara BUMN Sugiharto kepada wartawan sebelum memulai rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (24/2).

Sugiharto belum bersedia memerinci upaya pemerintah menyelamatkan pabrik kertas milik pemerintah itu. Dia mengatakan, Kementerian BUMN harus melihat dulu usulan direksi lebih detail.

Kertas Kraf Aceh terancam akan ditutup karena mengalami kesulitan arus kas. Kewajiban jangka pendek perusahaan kertas pelat merah itu mencapai Rp 300 miliar.

Perinciannya Rp 160 miliar kepada Bank Mandiri dan Rp 60 miliar kepada Exxon Mobil. Utang kepada Exxon mobil dapat menyebabkan pabrik berhenti beroperasi karena perusahaan asing itu mobil menghentikan pasukan gas.

Menurut Sugiharto, Kertas Kraf Aceh memerlukan tambahan modal kerja sekitar Rp 200 miliar agar bisa aktif beroperasi kembali.

Ada kemungkinan suntikan modal kerja tersebut bisa berasal dari pemerintah melalui penambahan modal, Bank Mandiri lewat kucuran kredit, atau investor melalui kerja sama operasi atau menambahkan modal baru.

"Ini bukan persoalan Rp 1 atau 2 miliar. Jadi harus komprehensif melihatnya," katanya. Tito Sianipar

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: