close

CMNP Ikut Tender Tol Depok-Antasari dan Cinere-Jagorawi

Kamis, 24 Februari 2005 | 15:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) ikut serta dua tender jalan tol yaitu ruas Depok-Antasari 18 kilometer dan ruas Cinere-Jagorawi 14 kilometer. "Untuk membiayai tender ini CMNP akan menerbitkan obligasi," kata Daddy Hariadi, Direktur CMNP, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/2).

Obligasi yang dimaksud Daddy adalah obligasi CMNP III dan IV yang total bernilai Rp 800 miliar. Obligasi CMNP III direncanakan terbit pada April 2005 dan CMNP IV pada akhir tahun ini. Masing-masing bernilai Rp 400 miliar.

Penerbitan obligasi CMNP III digunakan untuk refinancing obligasi CMNP II sebesar Rp 151 miliar dan pelunasan utang jangka pendek kepada BCA Rp 90 miliar.

Sedangkan obligasi CMNP IV digunakan untuk investasi PT Cipta Marga Surabaya, anak perusahaan CMNP sebesar Rp 68 miliar dan investasi untuk proyek baru sebesar Rp 491 miliar. Saat ini, PT CMNP tengah melaksanakan konstruksi pembangunan jalan tol Simpang Susun Waru-Juanda sepanjang 12 kilometer yang ditargetkan selesai tahun ini. Dana Rp 491 miliar digunakan untuk proyek jalan tol Depok-Antasari, Cinere-Jagorawi, dan proyek-proyek lainnya.

Daddy mengatakan, saat ini persiapan untuk penerbitan obligasi sudah dilakukan. Menurut Daddy, dalam kurun waktu lima tahun ini, pemerintah akan melaksanakan proyek jalan tol baru sepanjang 1.600 kilometer, dengan nilai lebih kurang Rp 1 triliun.

Saat ini, tender enam ruas jalan tol sudah ada dalam tahap prakualifikasi. "Dalam tahap ini 80 persen bobot penilaian ada pada laporan keuangan," kata Daddy. Daddy berharap, Agustus-September ini pemerintah sudah memberikan keputusan mengenai pemegang tender proyek baru ini.

Untuk proyek jalan tol Cinere-Jagorawi, CMNP berkonsorsium dengan lima pihak diantaranya, Bakrie Grup, kontraktor Nidya Karya, dan Istaka. Sedangkan untuk proyek jalan tol Depok-Antasari, CMNP berkonsorsium dengan Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan, Waskita Karya, dan Semen Bosowa.

Modal kerja (capital expenditure) 2005 adalah Rp 18 miliar, yang sebagian besar akan digunakan untuk pemeliharaan (maintenance). Pertumbuhan 2005 hanya sekitar lima persen dari 2004. "Karena pendapatan bergantung pada kenaikan tarif tol," kata Daddy. Untuk mencapai pertumbuhan yang besar, Daddy mengatakan, akan melakukan restrukturisasi usaha dan ekspansi.

Fanny Febiana

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan