Jusuf Kalla: Jumlah Dana Kompensasi Belum Final
Kamis, 24 Februari 2005 | 17:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan, jumlah dana kompensasi senilai Rp10,5 triliun masih belum final. Jumlah itu tergantung besaran persentase kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
”Tapi ancar-ancar (perkiraan)nya ke jumlah itu,” kata Kalla kepada pers di Istana Wakil Presiden di Jakarta hari ini.
Menurut Wakil Presiden, dana kompensasi itu penting untuk meningkatkan kemampuan pemerintah dalam pelayanan di sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial. “Jika dananya kurang, rakyat juga yang akan susah,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani
mengatakan, jumlah dana kompesasi akan sangat tergantung kepastian kenaikan BBM. “Kapan kenaikannya, akan sangat mempengaruhi dana kompensasi. Kalau semakin cepat, tentu dananya bisa jadi tidak sampai Rp 10,5 triliun,” ujarnya.
Sedangkan Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie mengungkapkan, dana kompensasi dari kenaikan harga BBM tahun ini mencapai Rp 17,9 triliun. Jumlah dana kompensasi itu akan ditambah dengan dana yang telah dialokasikan sebelumnya untuk sektor-sektor yang sama pada APBN 2005 sebesar Rp 7,3 triliun, sehingga total dana kompensasi tahun ini akan mencapai Rp 17,9 triliun.
Berkaitan dengan rencana kenaikkan BBM, Kalla menegaskan, pemerintah akan tetap menaikkan harga BBM karena harga minyak di dunia internasional semakin tinggi. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2005, jumlah subsidi BBM sekitar Rp 19 triliun. Jika tidak ada kenaikan, maka subsidi bisa membengka sampai sekitar Rp 100 triliun. Pemerintah akan mengupayakan untuk menekan subsidi itu Rp 35 triliun.
Keputusan kenaikan harga BBM, menurut Kalla, akan ditentukan melalui surat keputusan presiden, baik jumlah maupun tanggalnya.
Budi Riza - Tempo





