"Inflasi Akibat BBM Paling Banyak 1 Persen"
Jum'at, 25 Februari 2005 | 14:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie menilai inflasi yang akan terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)maksimal hanya 1-1,5 persen.
"Kemarin sudah dibahas, inflasinya paling banyak 1-1,5 persen," kata Aburizal kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/2).
Dengan kondisi begitu, kata dia, "inflasi tahunan tidak melebihi 7 persen."
Aburizal mengatakan, untuk menekan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok akibat harga BBM naik, pemerintah akan melakukan operasi pasar. "Kemudian apa yang kurang pemerintah akan menambah," katanya.
Saat ditantakan kapan pemerintah akan mengumumkan resmi kenaikan harga BBM, dia mengaku tidak tahu kapan persisnya presiden akan mengumumkan hal itu. Lamanya waktu pengumuman, tuturnya, terkait dengan sistem demokrasi.
"Dengan demokrasi kami memberitahu dulu parlemendan bersepakat dengan parlemen," ujarnya.
Kesepakatan dengan DPR itu diperlukan agar nanti pada waktu penentuan anggaran lebih mudah. "Ini namanya demokrasi," katanya.
Ia juga menekankan perlu ada pengawasan terhadap penyaluran dana kompensasi kenaikan BBM. Tujuannya agar penyaluran kompensasi itu tepat sasaran. Ia juga mengajak pers untuk ikut melakukan pengawasan tersebut. Tito Sianipar





