PDIP DIY Pasang Mantan Bupati untuk Pilkada
Sabtu, 26 Februari 2005 | 03:52 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung, PDIP Yogyakarta
mengandalkan mantan bupati dari PDIP untuk kembali bersaing memperebutkan hati rakyat.
Setidaknya, pengalaman para mantan bupati tersebut akan menjadi perhatian sehingga bisa
menarik simpati rakyat untuk menentukan pilihan mereka. Target PDIP DIY sendiri, bisa
memenangkan seluruh Pilkada di tiga daerah yang bakal digelar Juni mendatang.
"Strategi kita salah satunya dengan memasang paran mantan bupati untuk pemilihan langsung
nanti. Ketokohan mereka tentu sangat besar untuk menarik suara di daerahnya. Pencalonan
para mantan bupati itu tentu ada catatan bahwa mereka tidak ada bermasalah selama periode
kepemimpinannya," kata Ketua DPD PDIP DIY, Djuwarto kepada Tempo, Jumat (25/2).
Dikatakan Djuwarto, tiga dari lima kabupaten/kota yang ada di DIY akan menggelar Pilkada
pada Juni mendatang. Dari ketiga daerah itu, kata dia, kebetulan sebelumnya dikepalai oleh
kader PDIP. Mereka, kata Djuwarto, akan kembali dicalonkan dan dipasang untuk bersaing
dengan calon-calon dari partai lain.
Tiga mantan bupati dari PDIP yang bakal dipasang lagi dalam Pilkada Juni mendatang adalah
Yoetikno di Kabupaten Gunungkidul, Ibnu Subiyanto di Kabupaten Sleman dan Idham Samawi di
Kabupaten Bantul. Dalam pilkada nanti, kata Djuwarto, PDIP tidak akan berkoalisi dengan
Golkar karena Koalisi Kebangsaan sudah dinyatakan bubar.
"Dari tiga daerah itu, target PDIP adalah menang semua. Tapi kami harus realistis, untuk
Bantul dan Sleman PDIP masih cukup kuat. Tapi untuk Gunungkidul, kelihatannya Golkar yang
dominan," kata Djuwarto.
Sementara itu catatan Tempo, Ibnu Subiyanto yang bakal turun dari kursi Bupati Sleman pada
22 Maret 2005 nanti, telah membuat gebrakan untuk menarik simpati warganya dengan program
kambingisasi di Sleman. Begitu juga dengan Idham Samawi di Kabupaten Bantul. Sebelum turun
pada 12 Desember 2004 lalu, Idham Samawi membuat program babonisasi (proyek pembagian induk
ayam) kepada petani di Bantul. Idham juga membuat program pembelian lombok milik warga
dengan nilai di atas harga pasar saat harga lombok anjlok.
Syaiful Amin/Heru CN-Tempo






Komentar Anda :