Presiden: Kenaikan Harga BBM Merupakan Pilihan Yang Pahit

Senin, 28 Februari 2005 | 14:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui rencana pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan pilihan yang sulit.

Namun langkah tersebut perlu diambil karena pemerintah tidak memiliki pilihan terbaik lainnya untuk mengurangi tekanan subsudi.

Presiden mengatakan, sejak terbentuk empat bulan lalu, pemerintah telah mengidentifikasi besarnya subsidi BBM sebagai salah satu masalah yang serius. Karenanya pemerintah telah melakukan serangkaian konsultasi dengan berbagai pihak terkait untuk menaikkan harga BBM itu.

"Ini memang pilihan yang sulit. Tapi ini bukan rencana (yang dibuat sehabis) bangun tidur," kata Presiden dalam jumpa pers setelah bertemu dengan pimpinan DPD di Gedung MPR/DPR, Senin (28/2).

Presiden mengatakan, harga BBM dinaikan untuk mengurangi besarnya subsidi yang memberatkan APBN. Dengan begitu perekonomian Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih baik. "Juga agar perekonomian tidak keropos," kata dia.

Ia mengatakan, kenaikan harga BBM akan diimbangi pemberian dana kompensasi kepada masyarakat miskin. Yodhoyono meminta agar seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi penyaluran dana kompensasi itu agar tepat sasaran.

"Saya mengundang semua civil society, masyarakat, termasuk mahasiswa untuk melihat agar kebijakan apapun yang dibuat pemerintah tidak memberatkan rakyat," kata dia.

Dalam pertemuan tertutup selama sekitar dua jam dengan ketua DPD Ginanjar Kartasasmita dan para wakil ketua DPD, Presiden ditemani jajaran Menteri bidang Perekonomian, termasuk Menkopolhukam.

Dalam kesempatan yang sama, Ginanjar mengatakan, keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM tidak membutuhkan persetujuan maupun pembenaran dari DPR atau DPD. "Keputusan itu merupakan kewenangan pemerintah," kata dia.

Menurut dia, hal yang penting dilakukan saat ini adalah memantau tindak lanjut pemerintah, terutama dalam penyaluran dana kompensasi kenaikan harga BBM. Budi Riza

TOPIK






Komentar Anda

Kirim