Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Harga Sembako Merangkak Naik
Selasa, 01 Maret 2005 | 05:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengakui, keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak pada kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako). Namun, kenaikan itu telah berada dalam pantauan pemerintah.

"Berdasarkan pola yang lalu, umumnya ada peningkatan harga sembako ketika harga BBM naik," kata Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu di Jakarta.

Menurut dia, peningkatan harga BBM akan menaikkan harga beras sekitar 0,4 persen karena faktor transportasi. Untuk makanan dan minuman, harga naik sekitar 1-5 persen. Namun, Marie mengimbau masyarakat tetap tenang karena stok sembako mencukupi. Untuk mengatasi kecukupan stok dan harga yang stabil, pemerintah akan terus melanjutkan operasi pasar. "Kami juga memantau pasokan dari distributor tiap hari," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan Tempo di sejumlah daerah memang menunjukkan barang-barang pokok mengalami kenaikan. Beberapa kios beras di Bandung harga beras naik Rp 500-800 per kilogram atau meningkat sekitar 25 persen. Beras kelas menengah jenis IR 36 yang biasanya Rp 2.500 menjadi Rp 3.000 per kilogram. Sedangkan beras kualitas tinggi atau beras kepala yang biasanya Rp 3.000 menjadi Rp 3.800 per kilogram.

Menurut Deden, seorang agen beras di Jalan Gegerkalong Hilir, Bandung, selain harganya naik, pasokan beras turun drastis. Biasanya dia mendapat pasokan beras dari petani di daerah sentra beras, seperti Cianjur, Tasikmalaya, Ciamis, Karawang, dan Indramayu sebanyak 15 ton setiap hari. "Tapi sejak seminggu lalu saya tak mendapat pasokan lagi sehingga harus mencari beras ke Solo."

Pasokan yang minim ini juga mengakibatkan kelangkaan beras di kios-kios beras. Kios milik Jajang di Pasar Sarijadi, Bandung, yang biasa dipenuhi tumpukan karung besar, kemarin terlihat kosong melompong. Tak ada lagi tumpukan karung di dalamnya. "Sudah dua hari tidak dapat pasokan."

Di pasar-pasar tradisional Bekasi, sebagian besar sembako juga terus merangkak naik sejak sepekan ini. "Harga sudah naik dari tempat kami belanja," kata Primus, pedagang Pasar Baru, Jalan Juanda, kota Bekasi.

Lonjakan harga itu terutama terjadi untuk beras, bawang putih, dan susu cair (kaleng).
Harga beras pulen naik dari Rp 2.400 menjadi Rp 2.700 per liter, bawang putih dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.800 per kilogram. Harga tepung terigu naik dari Rp 75.500 menjadi Rp 78 ribu per kardus. Harga susu, seperti susu kaleng (cair cokelat) ukuran 397 gram, naik dari Rp 4.800 menjadi Rp 5.000. Susu kaleng cair warna putih naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 5.300 per kaleng.

Sejumlah pedagang sayuran di pasar tradisional Surabaya juga bersiap-siap menaikkan harga barang dagangannya. Nudirman, pedagang lombok dan bawang merah, akan menaikkan harga barang dagangannya jika BBM benar-benar naik. "Otomatis harga lombok dan bawang merah ikut naik karena ongkos angkut pasti naik."

Budi R/Rinny S/Kukuh SWw/Siswanto - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Poster Dimuat majalah TEMPO 20010527-006"> Oli Mesran Drum, Jakarta, 9 Juni 2000. [TEMPO/ Robin Ong; 30d/116/2000; 2000/06/22]. <br>Dimuat majalah TEMPO 20000625-079
Pompa Bensin Kawasan Tanah Abang
Oli Mesran
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bank Indonesia Kemungkinan Naikkan Suku Bunga Akibat BBM
Premium Naik Jadi Rp 2.400
Antrean Kendaraan Bertambah Dua Kali Lipat
DPRD Minta Gubernur Tidak Berlebihan Antisipasi Kenaikan BBM
Masyarakat Khawatir Kenaikkan BBM Akan Makin Sengsarakan Hidup
Presiden: Kenaikan Harga BBM Merupakan Pilihan Yang Pahit
BBM Kemungkinan Naik Malam Ini
KAMMI NTB Tolak Kenaikan Harga BBM
Sutiyoso Gelar Rapat Antisipasi Kenaikan BBM
Tarif Angkutan Bakal Naik 10-50 Persen
> selengkapnya...


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap
Banyuwangi Dapat Rp 7 Miliar
Purwakarta Tunda Proyek Rp 26 Miliar

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data