Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

BPS: Februari Deflasi 0,17 Persen
Selasa, 01 Maret 2005 | 18:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Berbeda dengan perkiraan masyarakat bahwa akan ada dampak psikologis berkaitan dengan rencana kenaikkan BBM, Badan Pusat Statistik menyatakan, pada Februari 2005 justru terjadi deflasi sebesar 0,17 persen.

Kepala BPS Chairul Maksum menjelaskan, dari 45 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 33 kota yang mengalami deflasi dan 12 kota mengalami inflasi. Dampak psikologis kenaikan BBM hanya terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Manado, dan Samarinda. Namun, dikota-kota lain itu terjadi deflasi. "Kota besar lebih cepat reaksinya daripada kota kecil," kata Chairul di Jakarta hari ini.

Ketika ditanya prediksi BPS untuk Maret, Chairul belum berani mengungkapkannya. Dia hanya mengatakan, "Secara tren, inflasi pada Februari lebih kecil dibandingkan dengan Januari. Demikian pula pada Maret. Apabila tidak ada efek kenaikan BBM, biasanya mirip-mirip dengan Februari," katanya.

Meskipun demikian, menurut dia, dampak langsung kenaikan BBM yang berlaku per 1 Maret terhadap minyak tanah sebesar 0 persen, premiun sebesar 0,598 persen, dan solar 0,223 persen. Sedangkan dampak tidak langsung kenaikan BBM terhadap transportasi, jika transportasi mengalami kenaikkan sebesar 10 persen akan menyebabkan inflasi sebesar 0,4017 persen, kenaikkan 20 persen menyebabkan inflasi sebesar 0,8033 persen, dan kenaikan 30 persen menyebabkan inflasi 1,205 persen.

Dia juga mengakui, sulit memprediksi besarnya inflasi sepanjang 2005 pasca kenaikkan BBM, karena dampaknya akan saling kait-mengait setiap bulan. "Untuk meramal satu tahun sulit," kata dia.

Evy Flamboyan Minanda - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Soedarti Surbakti di kantornya, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta, 17 Juli 2003. [TEMPO/ Lourentius EP; K16A/357/2003; 20030731]. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Soedarti Surbakti di kantornya, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta, 17 Juli 2003. [TEMPO/ Lourentius EP; K16A/357/2003; 20030731].
Soedarti Surbakti
Soedarti Surbakti
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menkeu: Angka Deflasi Menggembirakan
BPS: Ekspor dan Impor November 2004 Turun
Inflasi Januari-Desember 2004 Capai 6,4 Persen
Ekspor dan Impor Bulan Oktober Meningkat
Ekspor Tembus US$ 7 Miliar
Tahun Ini Indonesia Swasembada Beras
Impor Minyak Indonesia Tertinggi Dalam Sejarah
Harga Gabah Semua Kualitas Turun
PDB Triwulan II Tumbuh 0,86 Persen
Ekspor Bulanan Indonesia di Atas US$ 5 Miliar
> selengkapnya...


Website

Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data