Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi & Bisnis

Peternak Minta Kenaikan Harga Susu 10 Persen
Selasa, 01 Maret 2005 | 18:58 WIB

TEMPO Interaktif, Malang:Peternak sapi yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur meminta kepada industri pengolah susu (IPS) untuk menaikkan harga susu minimal 10 persen dari harga yang berlaku saat ini. Permintaan kenaikan harga ini dilatarbelakangi kenaikan harga bahan bakar minyak yang rata-rata 29 persen.

Kepada Tempo, Manajer GKSI Jawa Timur Sulistyanto mengatakan, walau belum sehari berlaku, kenaikan harga BBM telah memicu kenaikan harga pakan 15- 20 persen. Biaya transportasi juga naik sekitar 10-15 persen. Sulistyanto berharap, IPS mau memaklumi permintaan anggota GKSI. ?Ini permintaan anggota kami. Mohon dimaklumilah,? katanya di Malang, Selasa (1/3).

Untuk menindaklanjuti permintaan itu, ujar Sulistyanto, GKSI akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah IPS, antara Maret-April 2005. Saat ini, GKSI menjalin kerja sama dengan 9 IPS di Jakarta dan Jawa Barat, serta 4 IPS di Jawa Timur. Di Jawa Timur, PT Nestle menjadi IPS penyerap produksi susu terbesar.

Selain pada IPS, dia melanjutkan, GKSI berharap pemerintah dapat meninjau kembali harga BBM baru, walau memahami alasan pemerintah menaikkan harga BBM. Jika pemerintah bergeming, GKSI berharap pemerintah bersedia mencanangkan gerakan minum susu secara nasional.

?Jika harga tetap naik, mau gimana lagi. Subsidi BBM yang dijanjikan sebaiknya diprioritaskan untuk pendidikan, utamanya lewat gerakan susu masuk sekolah. Ya semacam program school milk. Ini penting sekali karena menyangkut kualitas gizi generasi kita,? papar Sulistyanto.

GKSI sudah mendapat komitmen dari sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk memberikan susu kepada anak-anak sekolah lewat program school milk, yang akan berlaku dalam APBD 2005.

Pemerintah daerah yang sudah menyatakan komitmennya, antara lain, Kediri, Pasuruan, Mojokerto, dan Malang. ?Tapi hasilnya belum memuaskan,? ucapnya.

Abdi Purmono



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap
Banyuwangi Dapat Rp 7 Miliar
Purwakarta Tunda Proyek Rp 26 Miliar

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data