Polisi Yogya Siap Kawal Truk Tangki BBM
Rabu, 02 Maret 2005 | 03:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Polda DIY melakukan pengamanan tertutup di sejumlah SPBU untuk mengantisipasi
gejolak yang ada menyusul kenaikan harga BBM. Jika diminta, Polda DIY bahkan akan mengawal
truk-truk tangki pengangkut BBM untuk menjamin pasokan di sejumlah SPBU.
"Kita mengerahkan seluruh kekuatan yang ada, kecuali petugas yang harus
standby di kantor," ujar Kapolda DIY, Brigjen Aris Sampurno, menjawab
pertanyaan wartawan seusai menghadiri pelantikan sejumlah pejabat di jajaran
Pemprov DIY, Selasa (1/3).
Menyusul pengumuman kenaikan harga BBM, Polda DIY memang menempatkan para
petugasnya di titik-titik kritis (critical point) yang diperkirakan rawan.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), kata Kapolda DIY, termasuk dalam
katagori critical ponit tersebut.
"Yang jelas kita akan mengamankan aset yang ada, termasuk aset pemerintah,
dan juga SPBU. Kita tidak mau Yogya ini menjadi rusak karena masalah ini
(gejolak akibat kenaikan BBM, red)," tegasnya.
Menurut Kapolda DIY, reaksi warga Yogya atas kenaikan harga BBM dirasakan
masih dalam batas kewajaran. Demikian juga aksi-aksi unjuk rasa yang
dilakukan sejumlah elemen mahasiswa dan LSM, juga dinilai masih wajar.
Selama aksi unjuk rasa itu tidak mengganggu ketertiban umum, kata Kapolda,
polisi akan menjaganya.
"Silakan saja ada unjuk rasa. Kita hanya mengamankan saja. Yang penting
tidak mengganggu ketertiban umum. Kami juga sudah meminta DPRD dan Pemda
untuk menerima aspirasi para pengunjuk rasa. Kami hanya bertugas melakukan
pengamanan," jelas Kapolda.
Menjawab pertanyaan kemungkinan terjadinya aksi penyanderaan truk tangki
dalam aksi unjuk rasa seperti yang sudah terjadi di tempat lain, Kapolda DIY
berharap hal itu tidak terjadi di Yogya. Menurut Kapolda, pihaknya sudah
meminta kepada Pertamina maupun penguasa angkutan BBM untuk menghindari
jalur-jalur yang biasa dilalui para pengunjuk rasa. Hal ini untuk
mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyanderaan truk tangki pengangkut
BBM oleh pengunjuk rasa.
"Kita memang sudah meminta Pertamina dan pengusaha truk tangki, kalau ada
demo nggak usah keluar. Silakan konsentrasi di tempat masing-masing. Orang
Yogya masak pakai menyandera segala," katanya.
Meski begitu, lanjut Kapolda DIY, jajaran kepolisian siap mengawal truk-truk
tangki pengangkut BBM, jika diminta. Pengawalan ini penting untuk menjamin
pasokan BBM di SPBU serta di tempat-tempat tertentu seperti pasokan BBM di
bandara yang sangat vital.
"Memang sudah ada permintaan khusus untuk mengantisipasi kemungkinan
tersebut. Misalnya suplay BBM di bandara kan harus ada. Kalau ada permintaan
untuk dikawal, kita akan kawal," tegasnya.
Heru CN-Tempo





