Verifikasi II Bank Global: 96 Rekening Tidak Dijamin

Rabu, 02 Maret 2005 | 21:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan telah menyelesaikan verifikasi tahap kedua rekening nasabah dari PT Bank Global Tbk. yang telah dilikuidasi, 13 Januari 2005.

Jumlah rekening diperiksa keabsahannya sebanyak 809 terdiri dari tabungan, giro dan deposito, dengan nilai total Rp 505,1 miliar.

Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Departemen Keuangan Darmin Nasution mengatakan, dari jumlah itu, sebanyak 713 rekening senilai Rp 498,1 miliar dinyatakan ?dijamin?.

Pembayaran kepada nasabah akan dimulai pada Rabu (9/3) pekan depan melalui PT Bank Negara Indonesia Tbk. bertempat di kantor pusat eks Bank Global, jalan Gatot Subroto, Jakarta, dan kantor cabang BNI Posindo, jalan R.E. Martadinata Bandung.

?Sisanya, sebanyak 96 rekening senilai Rp 6,99 miliar, ?tidak dijamin?,? kata Darmin dalam jumpa pers di Departemen Keuangan Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, rekening yang dinyatakan tidak dijamin itu adalah rekening yang dimiliki oleh pihak-pihak yang terkait Bank Global, maupun rekening yang pemiliknya juga memiliki utang atau kewajiban pembayaran kepada bank tersebut.

Untuk rekening yang pemiliknya juga memiliki utang atau kewajiban kepada bank, menurut Darmin, dapat diselesaikan melalui program penjaminan pemerintah setelah Tim Likuidasi Bank Global melakukan perhitungan bersih (set-off).

Verifikasi BPKP tahap pertama telah diumumkan 31 Januari 2005. Dari 1.707 rekening tabungan dan giro senilai Rp 5,7 miliar yang diperiksa, hasilnya, 1.685 rekening senilai Rp 1,89 miliar dinyatakan ?dijamin?. Sisanya, 22 rekening senilai Rp 3,9 miliar dinyatakan ?tidak dijamin?.

Dengan demikian, BPKP telah memverifikasi 2.516 rekening. Itu artinya, baru 38,6 persen dari total rekening di Bank Global, yang berjumlah 9.872 rekening.

Sedangkan, total nilai tabungan, giro dan deposito yang sudah diverifikasi sebanyak Rp 510,6 miliar. Jumlah itu 40,5 persen dari total nilai rekening Rp 1,3 triliun.

Dengan adanya laporan hasil verifikasi tahap II ini, berarti masih 3.996 rekening tabungan, giro dan deposito senilai Rp 749,4 miliar yang belum selesai verifikasinya oleh BPKP. Hal itu, menurut Darmin, karena ada kendala dalam perolehan dokumen dan akses ke sistem pengelolaan data Bank Global.

Lebih lanjut, Darmin menuturkan, perkembangan verifikasi sisa rekening yang ada dapat disampaikan pada awal April 2005.

Mengenai dana PT Pertamina (Persero) dan PT Jamsostek (Persero), Darmin menjelaskan bahwa Pertamina melakukan saving invest, dan Jamsostek melakukan subordinasi obligasi.

"Dalam aturan penjaminan, jelas dinyatakan, untuk masalah tersebut (saving invest dan subordinasi obligasi) dinyatakan tidak dijamin,? ujar dia.

Sedangkan untuk investasi reksadana, Darmin mengatakan, harus menunggu dulu hasil verifikasi BPKP tahap ketiga.

l evi flamboyan






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: