close

Departemen Pertanian Dorong Pemda Tempatkan Dana di Bank Syariah

Rabu, 02 Maret 2005 | 21:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pertanian akan meminta pemerintah daerah untuk menempatkan dananya di bank-bank syariah, dalam rangka mensukseskan program pembiayaan syariah untuk pertanian. Hal serupa juga akan dilakukan departemen ini kepada masyarakat.

"Menteri Pertanian akan mempelopori gerakan penabung nasional syariah," kata Direktur Pembiayaan Departemen Pertanian Endang S.I. di Jakarta hari ini.

Departemen Pertanian telah mengundang Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah untuk menyalurkan kreditnya bagi usaha-usaha di bidang pertanian.

Endang menuturkan, pola pembiayaan syariah dipilih Deptan karena sistem syariah yang menganut pola bagi hasil sudah sangat dikenal di kalangan petani. Apalagi, alokasi pembiayaan untuk sektor pertanian oleh perbankan konvensional masih sangat kecil. "Berkisar 6 persen per tahun," katanya.

Beberapa usaha di sektor pertanian telah dibiayai dengan pola syariah. Di antaranya, agribisnis dalam komoditas padi dan jagung, investasi kelapa sawit, investasi sapi perah dan penggemukan sapi potong serta investasi bunga potong, sayuran dan salak pondoh.

Endang mengatakan, Departemen Pertanian kini sedang menyusun skala prioritas komoditas unggulan, serta potensi wilayah untuk diberikan pembiayaan syariah.

Deputi Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Edi Setiadi menambahkan, perkembangan perbankan syariah sangat pesat. BI pun berani memproyeksikan pertumbuhan aset Bank Syariah mencapai 9,10 persen dari seluruh aset perbankan pada 2011.

Menurut Edi, perbankan syariah sangat potensial dalam pembangunan agribisnis. Bank Indonesia memiliki kebijakan mengarahkan bank syariah agar terlibat lebih luas dalam pengembangan usaha kecil menengah, dan ekonomi pedesaan.

Khairunnisa - Tempo

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan