Bank Permata Tak Utamakan Merger atau Akuisisi

Kamis, 03 Maret 2005 | 06:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Permata Tbk. tidak memprioritaskan proses akuisisi atau merger dalam rangka konsolidasi perbankan.

"Merger dan akuisisi tidak menjadi prioritas kami saat ini," kata Sekretaris Perusahaan Bank Permata Imam T. Saptono di Jakarta.

Bank Permata, menurut dia, untuk sementara tetap pada komitmen awal, yaitu menjadi kategori bank fokus.
Dia menuturkan, kompetensi bank berlogo berlian ini berada di sektor retail yang mencakup UKM (usaha kecil dan menengah), konsumer, dan komersial. "Kami ingin jadi bank retail terbaik."

Bank Indonesia awal tahun ini sudah meminta bank-bank untuk mulai melakukan persiapan konsolidasi melalui merger atau akuisisi. Hal itu didukung berbagai kebijakan BI yang baru, seperti pembebasan aturan batas maksimum pemberian kredit (BMPK) bagi bank yang mau melakukan penyertaan terhadap bank lain.

Pada pertengahan Juni tahun ini, BI juga akan menentukan kriteria anchor bank (bank jangkar), sekaligus menunjuk bank-bank jangkar yang akan memimpin proses konsolidasi.

"Di setiap strata akan ada bank jangkarnya. Jadi nanti akan ada anchor bank untuk menghasilkan bank internasional, bank nasional, dan bank yang lebih kecil lagi (bank fokus)," kata Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom (Koran Tempo, 23/2).

Imam menambahkan, Bank Permata masih menunggu kriteria bank jangkar yang akan ditetapkan BI nanti. Pihaknya akan mempelajari apakah kriteria itu berdasarkan modal, segmen, kesehatan bank, atau yang lainnya. "Jadi bukan masalah siap atau tidak (jadi bank jangkar)."

Sementara itu, Direktur Bank Permata Giorgino Godong mengungkapkan, untuk 2005 perusahaan akan menginvestasikan dana US$ 15 juta (Rp 140 miliar) untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi (IT).

"Untuk software dan hardware," katanya seusai acara peluncuran fasilitas transfer online antarbank melalui pesan layanan singkat (SMS) yang pertama di Indonesia.

Angka sebesar itu meningkat 70 persen dari total investasi IT Bank Permata tahun lalu.

Terkait dengan rencana BI yang mengharuskan bank menggunakan kartu pembayaran dengan sistem chip pada 2006, Giorgino menuturkan, akan mengikutinya. "Bank Permata akan mengikuti regulasi (peraturan)."

Sebagian dari dana US$ 15 juta itu nantinya juga digunakan untuk mengembangkan kartu chip. Selain kartu, mesin ATM harus disesuaikan dengan sistem chip. Dengan demikian, proses pelaksanaannya nanti akan dilaksanakan secara bertahap.

Dari sekitar 700 ribu kartu debit dan kredit yang sudah diterbitkan Bank Permata, tidak sekaligus semuanya langsung diganti. "Tapi bertahap, kami konsentrasi di kartu kredit dulu," ujar Giorgino.

Dia menambahkan, pengembangan sistem kartu chip mulai dilaksanakan pada 2006 dan sebagian lagi pada 2008. "Kami yakin, waktunya cukup dari sekarang."

Mengenai fasilitas transfer online antarbank, menurut Giorgino, nasabah Bank Permata dapat dengan mudah melakukan transfer ke 28 bank tujuan yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama dan ALTO. Bank-bank itu, di antaranya, Bank Lippo, Bank Niaga, BII, BRI, Bank Danamon, Bank Mega, dan Bank Bukopin.

Sam Cahyadi/Rr Ariyani - Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: