Pembangunan Kembali Perumahan Pasca Tsunami Kesulitan Lokasi
Selasa, 08 Maret 2005 | 13:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Belum terealisasinya pembangunan perumahan bagi korban bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara disebabkan masih belum adanya lokasi yang pasti.
?Sekarang ini masalahnya tempat, mau dibangun dimana. Kami masih menunggu gambaran besar dari Bappenas yang akan diturunkan ke provinsi dan kabupaten,? papar Menteri Negara Perumahan Rakyat M. Yusuf Asy?ari di Jakarta, Selasa (8/3).
Sebelum ada kepastian yang jelas dari Bappenas mengenai lokasi yang akan dibangun, Yusuf menegaskan, pembangunan perumahan tidak akan dimulai.
?Harus jelas dulu, tanah itu milik siapa. Supaya di belakangan hari tidak ada tuntut menuntut,? kata Yusuf. Namun, Kementerian Negara Perumahan tetap mentargetkan, pembangunan perumahan akan mulai April tahun ini.
Kementerian juga belum memastikan berapa jumlah rumah yang akan dibangun. Saat ini, masih dalam tahap penghitungan. ?Pencatatan di lapangan masih berlangsung. Dari data cepat yang kami punya ada 123.000. Tapi, Menko Kesra tempo hari bilang akan membangun 100 ribu. Belum lagi data dari satelit yang menyatakan 179 ribu. Paling tidak segitu, tapi kami juga belum pasti,? papar Yusuf.
Untuk membangun perumahan, Kementerian bekerja sama dengan lembaga-lembaga swasta, seperti dengan International Organization for Migration yang akan membangun 11.000 rumah, tawaran 15.000 rumah kayu dari Jerman, dan beberapa yayasan dari Timur Tengah akan membangun 500 rumah.
?Itu yang akan kami implementasikan lebih dulu, karena mereka sudah menunggu lama,? ujar Yusuf.
Sementara itu, mengenai kerja sama dengan 18 perusahaan swasta dan BUMN dalam penerapan pembangunan Rumah Sederhana Sehat (RSH), dan sistem RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat), Yusuf menuturkan, kerja sama dimaksud adalah di bidang komponen. ?Itu kan masalah siapa yang akan membangun, pencetakannya dan modelnya bagaimana,? ujarnya.
RISHA merupakan teknologi rumah knock down, anti knock out yang telah disetujui Menteri Negara Perumahan Rakyat, dan Menteri Pekerjaan Umum sebagai teknologi yang dapat diaplikasikan untuk pemulihan kondisi perumahan di daerah bencana seperti, Alor, Nabire, NAD, dan Sumatera Utara. Saat ini, di Aceh telah berdiri lima unit RISHA tipe 36.
Suryani Ika Sari





