Larangan Impor Dinilai Stabilkan Harga Beras
Selasa, 15 Maret 2005 | 14:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kebijakan larangan impor beras yang ditetapkan masanya oleh Menteri Perdagangan mulai 1 Januari hingga 30 Juni 2005 kemungkinan akan diperpanjang. Namun sebelumnya pemerintah akan mengevaluasi kebijakan larangan impor tersebut dengan memperhatikan keberhasilan pencapaian produksi beras nasional serta persediaan yang ada sepanjang 2005.
"Larangan impor akan dievaluasi lagi Mei, harapan kita tentunya diperpanjang hingga Desember," kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono usai membuka Rapat Koordinasi Pengamanan Harga Gabah di Jakarta, Selasa (15/3).
Menurut Anton, kebijakan larangan impor yang telah dimulai sejak 2004 telah menstabilkan harga beras nasional. Sebab, dengan larangan impor itu, produksi padi di beberapa daerah secara signifikan meningkat. "Sehingga terjadi surplus beras," ujarnya.
Di samping itu, lanjutnya, kebijakan itu juga meningkatkan dinamika perdagangan beras antarpulau. Beberapa daerah yang defisit seperti NTT, kata Anton, disebabkan tidak lancarnya distribusi dan perdagangan antarpulau.
Khairunnisa
Topik :





