Deptan Akan Lakukan Pengamanan Harga Gabah
Selasa, 15 Maret 2005 | 15:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pertanian bersama instansi terkait akan melakukan upaya pengamanan harga gabah tahun 2005. Upaya ini dilakukan dalam rangka pencapaian secara optimal implementasi kebijakan perberasan yang dituangkan dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2005.
Dalam rapat koordinasi pengamanan harga gabah di Deptan, Selasa (15/3), Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyatakan bahwa pada musim panen tahun ini harga gabah kering panen (GKP) cukup baik. Secara umum harga gabah kering panen (GKP) rata-rata berkisar Rp 1.400 per kilogramnya.
Namun demikian, kata Anton, di beberapa daerah panen, seperti Jawa Timur, harga sudah mulai menurun di bawah harga pembelian pemerintah (HPP), hingga mencapai Rp 1.250 per kilogram. “Diharapkan dalam waktu dekat akan dapat dicapai keseimbangan sesuai dengan HPP yang ditetapkan,” ujarnya.
Sebagai upaya mengamankan harga gabah, jelas Anton, Deptan dan beberapa instansi terkait akan melakukan monitoring secara aktif serta melakukan langkah-langkah antisipatif. Bersama instansi terkait pula, lanjutnya, secara kontinyu akan dicermati indikasi kelangkaan beras. “Khususnya yang tercermin dari lonjakan harga beras,“ katanya.
Di samping itu, Deptan akan mengaktifkan Tim Pokja Perberasan Daerah yang beranggotakan wakil-wakil dari instansi terkait. Tim ini nantinya akan bernaung di bawah Dewan Ketahanan Pangan Daerah. Dewan ini telah terbentuk hingga ke tingkat kabupaten.
Upaya lain yang juga akan dilakukan Deptan dalam mengamankan harga gabah adalah memantau secara terus menerus perkembangan ketersediaan beras nasional dan internasional. “Apabila ada kelangkaan beras di suatu daerah akan diupayakaaan penyediaannya dengan mengutamakan penggunaan cadangan beras pemerintah yang telah ada,“ungkapnya.
Khairunnisa





