Hotbonar: Pemerintah Anak Tirikan Sektor Asuransi
Rabu, 16 Maret 2005 | 13:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Asuransi Indonesia Hotbonar Sinaga menilai pemerintah masih menganaktirikan sektor asuransi di Indonesia.
Hal itu disampaikannya pada peluncuran bukunya yang berjudul "Membangun Asuransi, Membangun Indonesia Upaya Meningkatkan Kesejahteran Rakyat" di Jakarta kemarin.
Penilaian tersebut, kaya dia, didasarkan pada beberapa hal. Pertama, sektor asuransi tidak memiliki Bantuan likuiditas Asuransi Indonesia (BLAI) seperti halnya perbankan yang memiliki Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Selain itu pemerintah juga berencana untuk memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPn) terhadap asuransi.
"Itu (PPn) seharusnya tidak dikenakan terhadap sektor asuransi," ujarnya.
Menurut dia, potensi arus modal di Indonesia yang paling besar saat ini adalah untuk asuransi, dana pensiun, dan sistem jaminan dana sosial. Namun, karena kurangnya dukungan pemerintah dalam membangun sistem asuransi, masyarakat masih ragu dalam berasuransi. Terutama dalam menghadapi kasus-kasus kesulitan klaim dan kepailitan perusahan asuransi.
Ia berharap Mahkamah Konstitusi dapat menyelesaikan uji materiil dalam
[





