India Tanggapi Keluhan Indonesia Soal Bea Masuk CPO
Senin, 21 Maret 2005 | 18:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan pemerintah India akan mengenakan bea masuk minyak kelapa sawit (CPO) dari Indonesia sesuai dengan kondisi pasar lokal.
Maksudnya, apabila harga CPO India sedang turun, bea masuk CPO Indonesia akan dinaikkan. Sebaliknya, apabila harga CPO India naik, bea masuk CPO Indonesia akan diturunkan.
Sikap pemerintah India itu untuk menanggapi keluhan Indonesia atas dinaikannya tarif bea masuk CPO oleh pemerintah India menjadi 80 persen.
Dalam jumpa pers di kantornya, Senin (21/3), Anton menuturkan, India bermaksud menstabilkan harga CPO di dalam negeri. Selain itu, India juga perlu memproteksi petani mereka yang sedang mengembangkan produksi jenis-jenis minyak lainnya agar dapat bersaing dengan minyak kelapa sawit.
Pemerintah India, dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian Anton di sela pertemuan Konferensi Tingkat Menteri negara-negara yang tergabung dalam G20, juga menjelaskan bahwa naiknya tarif bea masuk CPO, lantaran harga CPO lokal mengalami penurunan. Apabila tarif bea masuk CPO tidak dinaikkan dalam kondisi harga CPO lokal yang turun, harga kelapa sawit dalam negeri India akan lebih murah dan minyak jenis lainnya ikut terdesak.
?Harga CPO ini memang labil. Ini yang menyebabkan mereka perlu menetapkan suatu tarif yang juga bervariasi,? kata Anton.
Menurut dia, pemerintah Indonesia dapat memahami alasan India itu. Yang terpenting, kata Anton, apa yang Pemerintah India jelaskan benar-benar dilaksanakan. ?Kami akan monitor kalau nanti ada ketidaksesuaian, kami akan protes,? ucap Anton.
Khairunnisa





