Emirsyah Akan Tata Ulang Garuda
Senin, 21 Maret 2005 | 22:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama baru PT Garuda Indonesia Airlines Emirsyah Satar menyatakan akan menata ulang seluruh aspek operasi, bisnis, dan manajemen Garuda.
Dalam jangka pendek, dia berencana memperkuat Garuda di pasar domestik supaya dapat bersaing dengan perusahaan penerbangan nasional lain.
"Kami harus menjadi leading carrier untuk domestik dan flag carrier untuk internasional," kata Emirsyah usai dilantik sebagai Dirut Garuda, menggantikan Indra Setiawan di Jakarta hari ini.
Dia mengaku, telah menyiapkan sejumlah strategi, seperti menata ulang kegiatan operasional dan manajemen Garuda, serta mewujudkan kembali penerbangan Garuda yang tepat waktu dengan kualitas layanan yang prima.
Terkait dengan utang yang melilit Garuda senilai US$ 845 juta, Emirsyah yang masih menjabat Wakil Direktur Utama PT Bank Danamon Tbk. mengakui, perusahaan penerbangan milik pemerintah ini mengalami arus kas negatif.
Dia berjanji akan segera mengidentifikasi pos-pos yang perlu diefisiensi dan menata ulang rute-rute yang dianggap tidak menguntungkan. "Supaya kami bisa mendapat arus kas positif," ujarnya.
Emirsyah melanjutkan, juga merencanakan meminimalkan armada Garuda untuk tipe-tipe pesawat tertentu. Namun, dia memastikan, langkah yang ditempuhnya bukan untuk mengurangi pegawai. "Kami hanya ingin meningkatkan produktivitas pegawai."
Untuk tahun ini, manajemen Garuda telah mentargetkan pertumbuhan laba operasional. Berapa target yang direncanakan, Emirsyah menolak menyebutkan angka pastinya.
"Terus terang saya belum tahu," ujarnya berkilah. "Tahun lalu (2004) biaya operasional Rp 500 milyar. Setidak-tidaknya tahun ini (2005) BEP (balik modalnya) segitu," katanya.
Ihwal utang Garuda yang jatuh tempo tahun ini, Emirsyah menuturkan, akan membicarakannya dengan kreditor.
Sementara itu, menghadapi persaingan di dunia penerbangan, khususnya yang berkaitan dengan low cost carrier (tiket murah), Emirsyah berjanji tetap berupaya untuk memposisikan Citylink sebagai pemimpin pasar.
Garuda juga akan mengupayakan Strategic Placement Unit (SPU) bagi Citylink. Dengan SPU tersebut, kata Emirsyah, pengelolaan Citylink akan benar-benar dilakukan secara terpisah, termasuk dalam pengelolaan keuangan.
Upaya ini, menurut dia, sebagai strategi menghadapi fenomena low cost carrier yang saat ini marak di dunia penerbangan. "Cara berpikir penerbangan biaya murah sangat beda dengan airline reguler," ujar Emirsyah.
Suryani Ika Sari - Tempo





