Bank Mandiri Akan Jual Obligasi US$ 400 Juta
Senin, 21 Maret 2005 | 23:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Mandiri Tbk. alan menjual obligasi senilai US$ 400 juta ke pasar obligasi internasional.
"Kami akan menjual obligasi senilai US$ 400 juta pada kuartal kedua tahun ini," kata
Dia menambahkan, Bank Mandiri saat ini tengah menunggu persetujuan dari bank sentral untuk menerbitkan obligasi tersebut. “Begitu Bank Indonesia menyetujui (rencana itu), kami akan segera mengumumkan secara detail siapa yang akan menjadi lead managers,” katanya.
Bank Mandiri telah memiliki daftar lima lembaga keuangan yang berpotensi menjadi lead managers, yakni Citigroup Inc., Deutsche Bank AG, Mandiri Sekuritas, JPMorgan Chase & Co., dan UBS AG.
Daftar ini agak berbeda dengan beredar di pasar, yang memasukkan nama HSBC dan meniadakan Mandiri Sekuritas dalam daftar tersebut.
Pasar juga menyebutkan bahwa Bank Mandiri akan menjual obligasi lebih dari US$ 500 juta. Sedangkan sebuah bank investasi mengatakan, obligasi itu berjangka waktu 5-10 tahun.
Bank Mandiri merupakan salah satu bank di Indonesia yang akan menjual obligasi internasional tahun ini. Begitu pula bank-bank lainnya seperti PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BII), PT Bank Negara Indonesia Tbk., dan PT Bank Niaga Tbk. yang juga berencana menawarkan obligasi sub-ordinat.
Seperti diketahuipemerintah tahun ini juga berencana untuk menerbitkan obligasi valas senilai US$ 1 miliar. Pemerintah sedang melakukan penjajakan (road show) ke luar negeri dan terus memantau perkembangan pasar internasional.
Menteri Keuangan Jusuf Anwar sebelumnya mengatakan, kondisi-kondisi internasional yang dipantau pemerintah antara lain anjloknya harga saham General Motor, kenaikkan harga minyak mentah, dan kemungkinan naiknya bunga (treasury rate) di Amerika.
Semua kejutan itu, menurut Jusuf, akan dijadikan bahan pertimbangan pemerintah untuk mengambil keputusan dalam menjual obligasi valas. Apabila, rentang bunga yang ditetapkan terlalu tinggi, pemerintah tidak akan mengambil keputusan.
"Karena pasar sedang proaktif dan investor masih trauma dengan anjloknya harga General Motors," katanya.
Seperti diketahui, penawaran obligasi Internasional Indonesia tahun lalu mencapai lebih dari US$ 4 miliar dari yang ditawarkan sebanyak US$ 1 miliar.
Dow Jones/Grace/Evy Flamboyan Minanda





