BI Intervensi Agar Rupiah Tidak Loyo Terus

Selasa, 22 Maret 2005 | 17:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Turun terus nilai tukar rupiah terhadap dolar bikin gerah Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menyatakan agar nilai tukar rupiah tidak terus loyo, BI intervensi. "Bukan hanya ada kemungkinan, tapi BI sudah intervensi dan kami akan terus intervensi jika memang diperlukan,"katanya seusai membuka sidang pleno ke 11 ISEI di Jakarta, Selasa (22/3).

Intervensi BI, menurut Burhanuddin, telah dilakukan sejak minggu-minggu terakhir. "Bukan untuk menekan rupiah pada level tertentu, tapi meredam volatilitasnya. Kalau terlalu volatile, BI akan intervensi bukan pada levelnya,"ujarnya. Kalau tidak diintervensi diduga nilai rupiah sudah bisa mencapai Rp 9.750 per satu dolar US.

Dalam menjaga tingkat inflasi akibat efek putaran kedua dari kenaikan BBM, menurut gubernur, bank sentral tidak bisa lain harus melakukan upaya mengarahkan kembali tekanan inflasi ke tingkatan yang diinginkan dan disepakati BI dan pemerintah, yakni antara 5-7 persen.

Kenaikan suku bunga Sertifikat BI yang dilakukan secara bertahap tidak akan menyulitkan perbankan melakukan fungsi intermediasinya. "Jika SBI yang merupakan instrumen moneter naik, maka suku bunga kredit yang berhubungan dengan fungsi intermediasi juga naik,"kata Burhanuddin.

Sulitnya intermediasi media perbankan untuk dilakukan,menurut Burhanuddin, lebih karena adanya kompetisi dari pihak bank dan masalah inefisiensi dari bank-bank tersebut.

Rr Ariyani






Komentar Anda

Kirim