BI Tunda Kenaikan Suku Bunga SBI

Kamis, 24 Maret 2005 | 13:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Terkait dengan kenaikan suku bunga The Federal Reserve menjadi 2,75 persen, Bank Indonesia (BI) menyikapinya dengan menunggu waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). "Kita tidak menentukan bahwa harus naik minggu ini. Tapi disesuaikan dengan kebutuhan,"ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom, Kamis (24/3) di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.

Menurut Miranda naiknya suku bunga The Fed tidak hanya berpengaruh pada Indonesia, tapi juga pada tataran global. Karenanya, BI tetap harus mengamati perkembangannya. "Dan Kebijakan tight bias policy dengan menaikkan suku bunga secara perlahan akan dilakukan pada saat diperlukan,"ujarnya.

Masih adanya kemungkinan The Fed menaikkan suku bunganya di waktu ke depan, Miranda enggan menyebutkan suku bunga SBI yang ideal untuk mengakomodir kenaikan suku bunga The Fed tersebut. "Kami tidak pernah menjawab (suku bunga SBI) yang layak berapa,"katanya.

Miranda tidak memungkiri bahwa kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin tersebut, sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi makro ekonomi Indonesia. Naiknya suku bunga The Fed akan mempengaruhi real interest rate differential.

Namun, variabel internal yang akan mempengaruhi makro ekonomi juga akan terus diperhatikan BI. "Misalnya gejala tekanan inflasi ke depan. Kami ingin me-manage ekspektasi inflasi itu,"kata Miranda.

Miranda menilai kenaikan suku bunga sampai 2,75 persen, berarti The Fed sudah menaikkan 1,75 persen dibanding awal tahun 2004. "Sedangkan suku bunga SBI Indonesia saat ini jika dibandingkan dengan awal tahun 2004 lebih rendah dari kenaikan suku bunga The Fed tersebut,"katanya.

Rr.Ariyani dan Dian Imamah






Komentar Anda

Kirim