Ricky Putera Siapkan 80 Miliar untuk Bayar Obligasi

Senin, 28 Maret 2005 | 20:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Ricky Putera Globalindo Tbk. optimis mampu membayar obligasi yang akan jatuh tempo pada September 2005. Saat ini perusahaan telah menyiapkan dana senilai Rp 80 miliar.

"Perseroan tumbuh dengan sehat. Jadi, kami pasti akan melunasi pada waktunya," kata Direktur Keuangan Ricky Putera Victor R. Franziscus di Jakarta kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ricky Putera sedang menjajaki pinjaman dari bank sebesar Rp 15-20 miliar tahun ini. Pinjaman itu akan digunakan untuk menutup kekurangan pembayar utang obligasi.

Pejabat keuangan Ricky Putera Tjiong Tek Siong mengatakan, jumlah utang obligasi yang jauh tempo pada 1 September 2005 senilai Rp 50 miliar. Namun, perseroan sampai dengan Desember 2004 hanya memiliki dana tunai sebesar Rp 33 miliar. Artinya, masih ada kekurangan dana sekitar Rp 17 miliar untuk melunasi kewajiban tersebut.

"Kekurangan dana Rp 17 miliar diambil dari pinjaman bank atau hasil operasional," kata Tek Siong kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Jakarta akhir bulan lalu.

Sementara itu, perseroan berhasil meningkatkan laba bersih (belum diadit) sebesar 695 persen sepanjang 2004 dibanding laba pada 2003.

"Peningkatan itu juga berdampak pada laba bersih (belum diadit) per saham pada 2004 sebesar Rp 55," kata Victor.

Sekretaris Perusahaan Rcky Putera Tek Siong, perusahaan akan ekspansi usaha di industri pemintalan yang akan menyediakan bahan baku bagi perseroan dan untuk tujuan komersial.

"Industri pemintalan ini merupakan industri yang sudah dikuasai perusahaan. Jadi, kami optimistis industri yang akan kami masuki ini akan dikelola dengan baik," kata Siong.

Sedangkan soal pendanaan industri pemintalan itu, menurut dia, perseroan sedang menjajaki berbagai kemungkinan dari investor. "Tapi pendanaannya sudah hampir 80 persen kami peroleh. Kami tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk menjalankannya. Yang pasti tahun ini," katanya.

Menurut Siong, industri pemintalan itu akan menimbulkan sinergi bagi usaha perseroan, karena akan meningkatkan pendapatan serta marjin perseroan. Di samping itu, konsistensi kualitas produk akan terjamin. Begitu pula, ketepatan pengiriman barang, stabilitas harga, dan peningkatan pelayanan ke konsumen.

Dian Imamah - Tempo






Komentar Anda

Kirim