Akibat Gempa, Transaksi BSM di Simeleu Hanya Lewat ATM

Rabu, 30 Maret 2005 | 21:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gempa tektonik berkekuatan 8,7 skala richter di Pulau Nias, Sumatera Utara menyebabkan gedung Bank Syariah Mandiri (BSM) yang berada di Simeleu mengalami keretakan. Akibatnya, transaksi perbankan hanya bisa dilakukan melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

Selain di Simeleu, gedung BSM juga mengalami kerusakan di Padang Sidempuan dan Padang. Namun, di Padang Sidempuan hanya atap bangunan yang rontok dan dinding retak. Sedangkan BSM Padang, keretakan bangunan hanya di bagian-bagian tertentu, sehingga bank di kedua tempat itu sudah mulai beroperasi kembali sejak kemarin.

Direktur Personalia dan Support BSM Muhammad Haryoko mengatakan, kerusakan fisik gedung BSM di Simeleu ini lebih parah dari akibat tsunami pada 26 Desember 2004 lalu.

"Keretakan akibat gempa ini lebih berat daripada keretakan akibat tsunami. Ada keretakan dan kerusakan, tapi tidak ambruk," kata Haryoko kepada Tempo di Jakarta hari ini.

Sampai hari ini BSM di Simeleu belum bisa beroperasi secara penuh. Pasalnya, beberapa pegawai BSM masih kawatir untuk menjalankan fungsi kantornya.

"Hanya pegawai di bagian teknologi informasi (back office yang bekerja untuk mengutak-atik komputer setelah gempa. Karena mereka pula, BSM pusat bisa berkomunikasi dengan BSM Simeleu melalui telepon internet," kata Haryoko.

Transaksi yang dilakukan nasabah melalui ATM, menurut Haryoko, terbatas pada pengambilan uang. "Kami hanya mengisi uang ke ATM agar nasabah tetap dapat mengambil uangnya," katanya.

Sedangkan jumlah dana yang ditempatkan dalam ATM Simeleu pasca gempa, lebih banyak dari biasanya. Saat ini bank mengisi antara Rp 300–400 juta, sementara hari-hari sebelumnya tidak sampai sejumlah itu.

Meskipun demikian, Haryoko menambahkan, operasionalisasi ATM juga dibatasi karena terkait dengan kesediaan bahan bakar dan kekhawatiran akan tingkat keamanan lingkungan.
"ATM BSM adalah satu-satunya ATM di Simeleu, maka operasi ATM dibatasi penggunaannya, yakni buka dari pukul 09.00-11.00 dan dibuka lagi pada pukul 14.00-16.00," katanya.

Haryoko memperkirakan, biaya renovasi kantor BSM Simeleu tidak banyak karena perusahaan hanya menyewa di satu gedung, bukan investasi sendiri. Sedangkan total biaya renovasi tiga kantor BSM yang mengalami kerusakan antara Rp 200-300 juta.

Rr Ariyani - Tempo






Komentar Anda

Kirim