Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

BI: Konsolidasi Perbankan Terganjal Kultur Asia
Jum'at, 01 April 2005 | 12:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia, Siti Ch. Fadjrijah menyatakan, konsolidasi perbankan di Indonesia masih terganjal akan kultur Asia. "Kendala kultur Asia ini terutama karena bisnis yang dijalankan keluarga (family business)," tuturnya kepada Tempo, Jumat (1/4) di ruang kerjanya, Jakarta.

Fadjrijah menjelaskan, suatu bank yang merupakan perusahaan keluarga, biasanya pada generasi satu dan dua, perusahaan itu menolak merger. "Tapi di generasi ketiga biasanya mereka lebih terbuka dalam pilihan itu (merger)," katanya.

Menanggapi pernyataan BNI dan BRI yang ingin merger dengan BTN, sedangkan BTN masih enggan merger, menurut Fadjrijah, karena ada kekhawatiran kehilangan posisi akibat dari merger tersebut.

Namun begitu, kata dia, BI tetap pada rencana besarnya melalui Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang bertujuan menguatkan struktur perbankan terutama di bidang permodalan. "Supaya setiap bank umum dapat bermanfaat dan lebih aktif berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi nasional," ungkapnya.

Selain itu, menurut dia, API bertujuan memperkuat internal perbankan. "Dengan kata lain intsitutional building, agar bank-bank tersebut mudah mencari investor," jelasnya.

Sampai saat ini, Bank Indonesia belum menetapkan kriteria bagi bank-bank untuk digolongkan menjadi bank internasional, nasional, regional, dan fokus. "Kami (BI) hanya memberi kriteria dan tidak menunjuk (bank-bank tersebut). Sampai saat ini belum ada bank-bank yang mengajukan proposal merger," jelasnya.

RR Ariyani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga di Fashion Cafe, Jakarta, 26 April 2001. [TEMPO/ Amatul Rayyani; K1A/285/2001; 20010522]. Suasana Bank Niaga cabang Sudirman, Jakarta, 27 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010509].
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga
Bank Niaga
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Neraca Pembayaran Indonesia 2005 Meningkat
BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2005, 5-6 Persen
40 Bank Bermasalah Akan Di-merger
Pemerintah Diminta Segera Terbitkan Standar Baku Perencana Keuangan
Oto Dalam Lembaran Rp 20 Ribu Sudah Benar
BI dan Pemerintah Sepakat Atur Pembelian Dolar Pertamina
BI Tunda Kenaikan Suku Bunga SBI
Neraca BI Surplus Tahun Ini
BNI Menunggu Putusan BI Penerbitan Obligasi
BI Intervensi Agar Rupiah Tidak Loyo Terus
> selengkapnya...


Referensi

Latar Belakang Gugatan BDB
Kronologi Kondisi Keuangan PT. BDB Tahun 2002-2004
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13
Polisi Ringkus Pembuat Uang Palsu
Klinik HIV/AIDS untuk Napi Banceuy
PDIP Kecewa Kepala Daerah Dilarang Kampanye.

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data