Saham Perbankan Belum Pulih
Selasa, 05 April 2005 | 11:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah diterpa sentimen negatif, saham perbankan masih belum pulih dalam perdagangan bursa hari ini, Selasa (5/4). Sentimen negatif perbankan yang dimaksud antara lain masalah utang Kiani di BMRI (Bank Mandiri). Karenanya banyak saham perbankan yang direkomendasikan untuk dijual, di antaranya BMRI, BBCA (Bank Central Asia), dan BDMN (Bank Danamon).
"Saham yang masih bisa mengangkat indeks hanya saham dari sektor telekomunikasi," kata analis Supra Surya Danawan, Hendra Bujang kepada Tempo. Saham lain, menurutnya, sudah berat untuk diangkat. Namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) hari ini, secara teknis, masih akan melanjutkan technical rebound-nya. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 1.080-1.115.
Saham TLKM (Telekomunikasi Indonesia) dan ISAT (Indosat), karenanya direkomendasikan untuk dibeli. Selain saham dari sektor telekomunikasi, saham sektor pertambangan, yaitu INCO (International Nickel Indonesia) dan ANTM (Aneka Tambang (Persero)) juga direkomendasikan dibeli. "Karena INCO dan ANTM akan bagikan deviden," kata Hendra.
Hendra juga mengingatkan investor untuk berhati-hati dengan saham sektor properti. "Karena posisinya sudah over bought," kata dia.
Saham rokok GGRM (Gudang Garam) direkomendasikan untuk dijual. Sedangkan HMSP (HM Sampoerna) lebih baik ditahan (keep) dulu. Saham yang ditahan lainnya sama dengan saham yang dibeli.
Fanny Febiana





